Eksistensi Budaya Lokal, Pelajaran Bahasa Kutai Kembali Diajarkan di Sekolah Kutai Timur

Selasa, 31 Oktober 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SANGATTAKU – Mata pelajaran Bahasa Daerah, khususnya Bahasa Kutai, kembali diajarkan di sekolah-sekolah di Kutai Timur. Keputusan ini sebagai bentuk eksistensi dunia pendidikan dalam mendukung kebudayaan daerah. Kadisdikbud Kutim, Mulyono, mengungkapkan bahwa penerapan pelajaran Bahasa Kutai telah dimulai pada tahun ini, dan proses pembelajarannya telah disusun dengan baik oleh Disdikbud Kutim.

Penerapan pelajaran Bahasa Kutai dilakukan melalui kerja sama antara Disdikbud Kutim dan salah satu universitas terbesar di Kalimantan Timur. Selain Bahasa Kutai, Mulyono juga mencatat peningkatan pembelajaran keagamaan di sekolah sebagai upaya untuk membentuk karakter dan mental peserta didik sesuai dengan tujuan dari kurikulum merdeka yang sedang diterapkan.

Kadisdikbud Kutai Timur, Mulyono (kiri), Kabid Pengembangan Pendidikan Menengah Disdikbud Kutai Timur, Ilham (kanan). (Meika/sgtu)

“Kami bekerja sama dengan Universitas Mulawaman terkait pendidikan Bahasa Kutai. Kami juga terus memberikan pelatihan dan bimbingan teknis kepada guru yang mengajar mata pelajaran ini,” jelas Pria yang pernah menjabat sebagai Camat Rantau Pulung tersebut.

Selain itu, Disdikbud Kutim sedang menyusun database untuk pemetaan dalam bidang kebudayaan. Identifikasi objek fisik dan sumber daya manusia (SDM) merupakan salah satu tahap dalam pemetaan ini. Pihaknya juga telah melaksanakan berbagai acara budaya, termasuk Kirab Budaya, dalam rangka peringatan HUT ke-24 Kutim.

Mulyono menekankan pentingnya data yang valid dan solid sebagai dasar untuk program-program pendidikan yang berkualitas. Dengan langkah-langkah ini, Disdikbud Kutim berkomitmen untuk memastikan bahwa pendidikan di Kutai Timur mencakup aspek kebudayaan dan keagamaan, serta penghormatan pada kearifan lokal. (AD01/Diskominfo Staper)

1.2kDibaca

Berita Terkait

Kutai Timur Baru Catat Empat Warisan Budaya Takbenda, Pendataan Tradisi Lokal Jadi Tantangan
HUT ke-27 Kutai Timur, Ardiansyah Tegaskan Deklarasi Anti Narkoba Harus Berlanjut dengan Aksi Nyata
Pecahkan Rekor MURI, Polres Kutai Timur Gagas Deklarasi Anti Narkoba, Libatkan 61.000 Pelajar dan Warga
Buka Erau Adat Pelas Benua, Bupati Kutim Tekankan Pentingnya Jaga Identitas Budaya
Pemkab Kutai Timur Pastikan Program Layak Anak Berjalan Terus Meski Raperda Ditarik
Kondisi Udara Masih Fluktuatif, Bupati Kutai Timur Minta PJJ Dievaluasi
Bupati Ardiansyah Ajak Masyarakat Manfaatkan Pameran Buku Out of the Books
GPMB Kutai Timur Dilantik, Dorong Penguatan Budaya Minat Baca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:45 WITA

Kutai Timur Baru Catat Empat Warisan Budaya Takbenda, Pendataan Tradisi Lokal Jadi Tantangan

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:18 WITA

HUT ke-27 Kutai Timur, Ardiansyah Tegaskan Deklarasi Anti Narkoba Harus Berlanjut dengan Aksi Nyata

Senin, 12 Oktober 2026 - 13:57 WITA

Pecahkan Rekor MURI, Polres Kutai Timur Gagas Deklarasi Anti Narkoba, Libatkan 61.000 Pelajar dan Warga

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:21 WITA

Buka Erau Adat Pelas Benua, Bupati Kutim Tekankan Pentingnya Jaga Identitas Budaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 10:21 WITA

Pemkab Kutai Timur Pastikan Program Layak Anak Berjalan Terus Meski Raperda Ditarik

Berita Terbaru

Pendidikan & Sosial Kebudayaan

Kutai Timur Baru Catat Empat Warisan Budaya Takbenda, Pendataan Tradisi Lokal Jadi Tantangan

Rabu, 14 Okt 2026 - 08:45 WITA