Koordinasi Lintas Dinas Jadi Kunci Tata Kelola Wisata dan Penangkaran Buaya di Kutai Timur

Kamis, 27 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SANGATTAKU – Pengelolaan penangkaran buaya di Kutai Timur hingga saat ini masih berada di bawah Dinas Lingkungan Hidup (DLH), sementara Dinas Pariwisata Kutim memantau kesiapan destinasi wisata untuk dikunjungi publik. Kepala Dinas Pariwisata, Nurullah, menekankan bahwa koordinasi lintas dinas menjadi faktor penting agar seluruh destinasi dan fasilitas wisata dikelola sesuai prosedur dan aman bagi masyarakat.

Nurullah menjelaskan, promosi destinasi baru dilakukan setelah pengelolaan selesai dan fasilitas siap dikunjungi. Ia menambahkan bahwa pembangunan penangkaran buaya masih dalam tahap perencanaan dan izin, sehingga membutuhkan koordinasi yang matang antara instansi terkait.

Kepala Dinas pariwisata Kutai Timur, Nurullah. (M2P/sangattaku)

“Semua kegiatan pembangunan harus didahului perencanaan dan perhitungan yang cermat. Dinas Pariwisata tidak memiliki kewenangan untuk mengeluarkan izin penangkaran,” ujarnya.

Beberapa pihak menanyakan percepatan izin penangkaran buaya. Nurullah menyatakan bahwa prosedur harus diikuti agar kegiatan sesuai standar keselamatan dan administratif.

Sementara itu, pemerintah daerah mulai melakukan sosialisasi terkait Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata. Meski sebagian PAD dikelola oleh Bapenda, sosialisasi ini penting untuk meningkatkan pemahaman pengelola destinasi tentang tata kelola ekonomi lokal.

Nurullah menekankan bahwa peningkatan kunjungan wisata berdampak langsung pada ekonomi masyarakat, termasuk penginapan, hotel dan fasilitas pendukung lainnya. Koordinasi antarinstansi dinilai menjadi kunci agar destinasi wisata, termasuk penangkaran buaya, tetap tertib, aman dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Kutai Timur.

Langkah-langkah tersebut diharapkan memastikan tata kelola destinasi wisata dan pengelolaan penangkaran buaya berjalan lancar, sesuai prosedur dan memberikan kontribusi nyata bagi ekonomi lokal. (adv/Diskominfo Kutim)

833Dibaca

Berita Terkait

Tutup Festival Ekraf 2025, Dispar Kutim Dorong Pelaku Kreatif Naik Kelas
Festival Ekraf 2025 Resmi Ditutup, Kolaborasi Pemuda Kutim Hebat dan Dispar Kutai Timur
Wisata Sawah Teluk Pandan Mulai Dorong Aktivitas Ekonomi Warga
Pemkab Kutim Fokus Benahi Fasilitas Wisata Strategis, Sejumlah Pembangunan Berjalan Bertahap
Kunjungan Wisata Kutim Naik Signifikan, Dispar Sebut Pelatihan SDM Beri Dampak Nyata
Wisata Sawah Teluk Pandan Dikelola Warga, Jadi Program Unggulan Desa
Dispar Kutim Dorong Desa Wisata Mandiri Lewat Penguatan Tata Kelola dan Promosi
Pelatihan Pemandu Arung Jeram dan Digitalisasi Ekraf Digenjot untuk Tingkatkan Kompetensi SDM Pariwisata Kutai Timur

Berita Terkait

Minggu, 30 November 2025 - 08:43 WITA

Tutup Festival Ekraf 2025, Dispar Kutim Dorong Pelaku Kreatif Naik Kelas

Minggu, 30 November 2025 - 08:05 WITA

Festival Ekraf 2025 Resmi Ditutup, Kolaborasi Pemuda Kutim Hebat dan Dispar Kutai Timur

Kamis, 27 November 2025 - 10:09 WITA

Wisata Sawah Teluk Pandan Mulai Dorong Aktivitas Ekonomi Warga

Kamis, 27 November 2025 - 09:04 WITA

Pemkab Kutim Fokus Benahi Fasilitas Wisata Strategis, Sejumlah Pembangunan Berjalan Bertahap

Kamis, 27 November 2025 - 08:29 WITA

Koordinasi Lintas Dinas Jadi Kunci Tata Kelola Wisata dan Penangkaran Buaya di Kutai Timur

Berita Terbaru

Diskominfo Kutai Timur

Tatap Muka Masih Dibutuhkan di Tengah Digitalisasi Adminduk

Rabu, 16 Sep 2026 - 10:06 WITA

Diskominfo Kutai Timur

Tak Perlu Tinggalkan Rumah Sakit, Akta hingga NIK Bayi Kini Bisa Diurus

Rabu, 16 Sep 2026 - 09:48 WITA

Diskominfo Kutai Timur

Batik Jadi Andalan UMKM Swarga Bara, Pasarnya Mulai Merambah Luar Kutai Timur

Rabu, 16 Sep 2026 - 09:21 WITA

Diskominfo Kutai Timur

Realisasi Infrastruktur Desa Swarga Bara Capai 80 Persen

Rabu, 16 Sep 2026 - 09:11 WITA

Diskominfo Kutai Timur

Kemarau Berkepanjangan, Mahyunadi Minta Warga Jaga Lahan Agar Tak Terbakar

Rabu, 16 Sep 2026 - 08:44 WITA