Maulid Nabi KMB Kutai Timur: Merawat Tiga Nilai Luhur Bulukumba di Tanah Rantau

Minggu, 13 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SANGATTAKU – Kerukunan Bulukumba (KMB) Kutai Timur menggelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada Ahad, 1 Rabiul Akhir 1448 Hijriah atau 13 September 2026. Kegiatan yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan itu dihadiri Ketua DPRD Kutai Timur Jimmi, dan Wakil Bupati Kutai Timur Mahyunadi, bersama keluarga besar serta warga Kerukunan Bulukumba di Kutai Timur.

Mengusung tema “Meneladani Akhlak Nabi, Mengokohkan Ukhuwah: Mali Siparappe, Tallang Sipahua di Tanah Rantau”, peringatan Maulid Nabi tersebut menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi sekaligus menjaga nilai kebersamaan masyarakat Bulukumba di tanah rantau.

Dalam sambutannya, Ketua DPRD Kutai Timur Jimmi mengajak masyarakat untuk memperbanyak doa dan meningkatkan kepedulian dalam menghadapi berbagai tantangan yang berpotensi memengaruhi kehidupan masyarakat.

Ketua DPRD Kutai Timur Jimmi saat memberikan sambutan. (AB/ sgtk)

Salah satu perhatian yang disampaikan Jimmi berkaitan dengan potensi bencana yang berhubungan dengan fenomena El Niño. Menurutnya, kondisi tersebut perlu dihadapi dengan kesiapsiagaan dan kepedulian bersama. Ikhtiar dan doa, kata dia, harus berjalan beriringan sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan serta kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Wakil Bupati Kutai Timur Mahyunadi mengajak seluruh paguyuban dan organisasi kemasyarakatan yang ada di daerah tersebut untuk terus memperkuat silaturahmi dan persaudaraan.

Wakil Bupati Kutai Timur Mahyunadi saat memberikan sambutan. (AB/ sgtk)

Mahyunadi menekankan bahwa keberadaan paguyuban tidak semata-mata menjadi wadah berkumpul masyarakat berdasarkan latar belakang daerah asal. Paguyuban juga diharapkan mampu mengambil peran lebih luas sebagai kekuatan sosial yang ikut menjaga persatuan sekaligus mendukung pembangunan daerah.

“Paguyuban jangan hanya menjadi tempat berkumpul berdasarkan asal daerah, tetapi juga menjadi bagian dari kekuatan sosial yang turut menjaga persatuan dan membangun Kutai Timur,” kata Mahyunadi.

Baca Juga  DPRD Kutim Turun Langsung, Pastikan Status Lahan Sengketa Warga

Ia juga menekankan pentingnya menjaga hubungan persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Kutai Timur. Menurutnya, kebersamaan dan sikap saling mendukung menjadi modal sosial yang penting agar seluruh elemen masyarakat dapat berkontribusi dalam pembangunan daerah.

“Persaudaraan harus terus kita jaga. Dengan kebersamaan dan saling mendukung, seluruh masyarakat dapat menjadi bagian dari pembangunan Kutai Timur,” ujarnya.

Mahyunadi berharap paguyuban dan organisasi kemasyarakatan dapat terus membangun komunikasi serta menjaga hubungan baik antarkelompok masyarakat. Dengan demikian, keberagaman latar belakang masyarakat di Kutai Timur dapat menjadi kekuatan dalam menciptakan kehidupan sosial yang harmonis sekaligus mendukung kemajuan daerah.

Sebelumnya, Ketua KMB Kutai Timur dr Fathurrahman menyampaikan pentingnya menjaga sejumlah nilai yang diwariskan para leluhur masyarakat Bulukumba.

Fathurrahman menyebut sedikitnya terdapat tiga nilai yang dinilai tetap relevan bagi masyarakat Bulukumba, terutama mereka yang hidup di tanah rantau. Pertama, kesederhanaan dan kerendahan hati yang tercermin dalam kehidupan masyarakat Ammatowa atau Kajang.

Nilai tersebut, menurutnya, mengajarkan pentingnya menjalani kehidupan secara sederhana, menjaga keseimbangan dengan sesama dan alam, serta tetap mempertahankan jati diri di tengah perubahan zaman.

Nilai kedua adalah jiwa petualang dan kemampuan masyarakat Bulukumba melintasi samudra serta beradaptasi dengan lingkungan baru. Tradisi maritim dan kemampuan membuat kapal menjadi bagian dari sejarah masyarakat Bulukumba yang menunjukkan keberanian untuk merantau dan menghadapi berbagai tantangan tanpa meninggalkan akar budaya.

Sementara nilai ketiga adalah warisan sebagai petani yang ulet dan pekerja keras. Karakter tersebut menggambarkan kegigihan masyarakat Bulukumba dalam menjalani kehidupan, tidak mudah menyerah, serta terus berusaha meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat.

“Ketiga nilai tersebut merupakan bagian dari jati diri yang perlu kita rawat. Kesederhanaan, keberanian merantau dan beradaptasi, serta keuletan dan kerja keras menjadi bekal penting bagi masyarakat Bulukumba di tanah rantau,” jelas dr Fathurrahman.

Baca Juga  Sampaikan Potensi Wisata di Desanya, Kepala Desa Martadinata Harap Peran Serta Pemerintah

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW itu kemudian menjadi ruang pertemuan antara nilai keagamaan, budaya dan persaudaraan. Keteladanan Rasulullah SAW menjadi pijakan dalam membangun akhlak, sementara filosofi “Mali Siparappe, Tallang Sipahua” menjadi pengingat bagi masyarakat Bulukumba untuk saling membantu dan menguatkan di tanah rantau.

Kegiatan tersebut juga menegaskan posisi paguyuban sebagai bagian dari kehidupan sosial masyarakat Kutai Timur. Jauh dari kampung halaman tidak berarti harus kehilangan nilai budaya dan hubungan persaudaraan yang telah diwariskan.

Melalui momentum Maulid Nabi, keluarga besar KMB Kutai Timur diharapkan dapat terus menjaga semangat kebersamaan, memperkuat ukhuwah dan mengambil bagian dalam pembangunan daerah tanpa meninggalkan identitas serta nilai-nilai leluhur masyarakat Bulukumba. (*/bl/adv/Diskominfo)

546Dibaca

Berita Terkait

Kukuhkan Legalitas Organisasi, IKA HIPMA-KT Kantongi Akta Notaris dan SK Kemenkumham
Kerajinan Daur Ulang Limbah dan Batik Rantau Pulung Tampil di Ajang Pameran Expo Kutai Timur 2026
Beragam Produk Olahan Kreatif UMKM Rantau Pulung Pikat Pengunjung Pameran Expo Kutim 2026
Expo Kutai Timur 2026, Pemerintah Kecamatan Rantau Pulung Genjot Promosi agar Produk Lokal Dikenal Luas
Mahyunadi Dorong Kemudahan Investasi dan Sinergi Program CSR di Kutai Timur
Bupati Kutai Timur Harap Expo 2026 Dorong UMKM Lokal Tembus Pasar Global
HUT ke-27 Kutai Timur, Ardiansyah Tegaskan Deklarasi Anti Narkoba Harus Berlanjut dengan Aksi Nyata
Pecahkan Rekor MURI, Polres Kutai Timur Gagas Deklarasi Anti Narkoba, Libatkan 61.000 Pelajar dan Warga

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:44 WITA

Kukuhkan Legalitas Organisasi, IKA HIPMA-KT Kantongi Akta Notaris dan SK Kemenkumham

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:53 WITA

Kerajinan Daur Ulang Limbah dan Batik Rantau Pulung Tampil di Ajang Pameran Expo Kutai Timur 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:08 WITA

Beragam Produk Olahan Kreatif UMKM Rantau Pulung Pikat Pengunjung Pameran Expo Kutim 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:42 WITA

Expo Kutai Timur 2026, Pemerintah Kecamatan Rantau Pulung Genjot Promosi agar Produk Lokal Dikenal Luas

Selasa, 13 Oktober 2026 - 08:21 WITA

Mahyunadi Dorong Kemudahan Investasi dan Sinergi Program CSR di Kutai Timur

Berita Terbaru

Diskominfo Kutai Timur

Komoditas Kelapa Sawit dan Padi Sawah Jadi Primadona di Rantau Pulung

Selasa, 13 Okt 2026 - 12:08 WITA