Puskesmas BLUD Kutim Bisa Rekrut Tenaga Sesuai Kebutuhan Demi Atasi Kekurangan Nakes

Selasa, 22 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SANGATTAKU – Seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) yang telah berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) kini memiliki kewenangan penuh untuk melakukan rekrutmen tenaga kesehatan secara mandiri. Kebijakan ini dihadirkan sebagai solusi taktis untuk mengatasi tantangan kekurangan tenaga medis dan penunjang di tiap fasilitas layanan kesehatan primer.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutai Timur (Kutim), Yuwana Sri Kurniawati. (Meika/ sgtk)

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim, Yuwana Sri Kurniawati, menerangkan bahwa fleksibilitas status BLUD memungkinkan pihak manajemen fasilitas kesehatan bergerak lebih cepat dalam memenuhi kebutuhan formasi spesifik. Adapun jenis tenaga yang dapat direkrut secara mandiri mencakup bidan, perawat, ahli gizi, hingga tenaga laboratorium, menyesuaikan beban kerja masing-masing wilayah.

“Karena sudah berstatus BLUD, Puskesmas bisa melakukan rekrutmen mandiri seperti bidan, perawat, ahli gizi, dan tenaga laboratorium sesuai kebutuhan masing-masing karena beban dan karakteristik tiap fasilitas berbeda,” ujar Yuwana saat ditemui di ruang kerjanya di Sangatta, Rabu (16/9/2026).

Kebijakan ini menjadi sangat krusial mengingat tantangan pemenuhan sumber daya manusia (SDM) kesehatan di daerah yang cukup tinggi. Berdasarkan data pemetaan Kementerian Kesehatan, tercatat sebanyak 19 dari total 21 Puskesmas di Kutim saat ini belum sepenuhnya memenuhi kelengkapan standar sembilan jenis tenaga kesehatan minimal.

Kondisi geografis serta rendahnya minat penempatan tenaga dokter di wilayah pedalaman turut menjadi tantangan tersendiri yang harus disiasati oleh pemerintah daerah.

Namun demikian, dengan keleluasaan pengelolaan keuangan dan sumber daya yang diberikan sejak status BLUD resmi disandang oleh seluruh Puskesmas, tiga rumah sakit daerah, serta Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kutim, pihak manajemen kini memiliki diskresi lebih besar.

Selain mengandalkan program nasional seperti Nusantara Sehat, langkah rekrutmen mandiri ini diyakini mampu menutupi kekosongan formasi secara cepat demi mengoptimalkan mutu pelayanan publik dan jaminan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat di Kutim. (adv/Diskominfo Kutim)

Berita Terkait

Kerajinan Daur Ulang Limbah dan Batik Rantau Pulung Tampil di Ajang Pameran Expo Kutai Timur 2026
Beragam Produk Olahan Kreatif UMKM Rantau Pulung Pikat Pengunjung Pameran Expo Kutim 2026
Komoditas Kelapa Sawit dan Padi Sawah Jadi Primadona di Rantau Pulung
Expo Kutai Timur 2026, Pemerintah Kecamatan Rantau Pulung Genjot Promosi agar Produk Lokal Dikenal Luas
Mahyunadi Dorong Kemudahan Investasi dan Sinergi Program CSR di Kutai Timur
Bupati Kutai Timur Harap Expo 2026 Dorong UMKM Lokal Tembus Pasar Global
HUT ke-27 Kutai Timur, Ardiansyah Tegaskan Deklarasi Anti Narkoba Harus Berlanjut dengan Aksi Nyata
Lepas Ketergantungan Tambang, Kutai Timur Fokus Kembangkan Industri Pengolahan dan Metanol

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:53 WITA

Kerajinan Daur Ulang Limbah dan Batik Rantau Pulung Tampil di Ajang Pameran Expo Kutai Timur 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:08 WITA

Beragam Produk Olahan Kreatif UMKM Rantau Pulung Pikat Pengunjung Pameran Expo Kutim 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:08 WITA

Komoditas Kelapa Sawit dan Padi Sawah Jadi Primadona di Rantau Pulung

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:42 WITA

Expo Kutai Timur 2026, Pemerintah Kecamatan Rantau Pulung Genjot Promosi agar Produk Lokal Dikenal Luas

Selasa, 13 Oktober 2026 - 08:21 WITA

Mahyunadi Dorong Kemudahan Investasi dan Sinergi Program CSR di Kutai Timur

Berita Terbaru

Diskominfo Kutai Timur

Komoditas Kelapa Sawit dan Padi Sawah Jadi Primadona di Rantau Pulung

Selasa, 13 Okt 2026 - 12:08 WITA