Sasar SRA hingga Tekan Perkawinan Dini, DP3A Kutim Perkuat Sinergi Lintas Sektor

Jumat, 11 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SANGATTAKU – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) terus memacu pemenuhan indikator Kabupaten Layak Anak (KLA). Salah satu fokus utama yang tengah didorong adalah percepatan pembentukan Sekolah Ramah Anak (SRA) secara menyeluruh di seluruh wilayah Kutai Timur.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DP3A Kutai Timur, Idham Cholid, menjelaskan bahwa sosialisasi mengenai indikator SRA terus masif dilakukan agar setiap satuan pendidikan memahami parameter yang harus dipenuhi untuk menyandang predikat sekolah yang aman dan ramah bagi anak.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DP3A Kutai Timur, Idham Cholid. (Meika/ sgtk)

“Capaian sekolah ramah anak itu kan belum menyeluruh, sehingga target utama kita nanti sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Kutai Timur bisa tersertifikasi. Hari ini kita sosialisasikan dulu indikator-indikator apa yang harus dipenuhi oleh sekolah agar punya label sebagai sekolah ramah anak,” ujar Idham Cholid, Jumat (11/9/2026).

Selain fokus pada klaster pendidikan, DP3A Kutim juga memberikan perhatian serius terhadap penanganan dan pencegahan angka perkawinan usia anak. Untuk menekan praktik tersebut, DP3A bekerja sama dengan Pengadilan Agama melalui skema pendampingan psikologis bagi anak yang mengajukan dispensasi nikah.

Idham mengungkapkan, sebelum diputus oleh Pengadilan Agama, anak yang mengajukan dispensasi wajib dirujuk ke Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) untuk menjalani pemeriksaan psikologis. Hasil rekomendasi tersebut nantinya menjadi bahan pertimbangan hakim dalam membuat keputusan.

Suasana sosialisasi terkait indikator SLA. (Meika/ sgtk)

“Kami juga berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan untuk edukasi efek kesehatan perkawinan anak di Puskesmas, serta Dinas Pendidikan guna menekan angka putus sekolah. Sebab, anak yang menikah dini umumnya langsung berhenti sekolah, dan ini berdampak besar pada angka putus sekolah di Kutim,” terangnya.

Baca Juga  Bunda PAUD Kutai Timur Paparkan Peran Pemerintah Dalam Pemasaran Produk Lokal

Dalam menghadapi tantangan budaya lokal yang masih mentoleransi pernikahan di bawah batas usia minimum undang-undang (19 tahun), DP3A Kutim aktif merangkul tokoh adat dan tokoh agama. Pelibatan ini dilakukan melalui pendekatan budaya, agama, hingga aspek kesehatan secara bertahap.

Guna mengatasi keterbatasan anggaran di 18 kecamatan, edukasi dilaksanakan secara fleksibel menggunakan metode hibrida (gabungan luring dan daring) agar jangkauan sosialisasi perlindungan anak dapat merata hingga ke pelosok daerah. (adv/Diskominfo Kutim)

637Dibaca

Berita Terkait

Kukuhkan Legalitas Organisasi, IKA HIPMA-KT Kantongi Akta Notaris dan SK Kemenkumham
Kerajinan Daur Ulang Limbah dan Batik Rantau Pulung Tampil di Ajang Pameran Expo Kutai Timur 2026
Beragam Produk Olahan Kreatif UMKM Rantau Pulung Pikat Pengunjung Pameran Expo Kutim 2026
Komoditas Kelapa Sawit dan Padi Sawah Jadi Primadona di Rantau Pulung
Expo Kutai Timur 2026, Pemerintah Kecamatan Rantau Pulung Genjot Promosi agar Produk Lokal Dikenal Luas
Mahyunadi Dorong Kemudahan Investasi dan Sinergi Program CSR di Kutai Timur
Bupati Kutai Timur Harap Expo 2026 Dorong UMKM Lokal Tembus Pasar Global
HUT ke-27 Kutai Timur, Ardiansyah Tegaskan Deklarasi Anti Narkoba Harus Berlanjut dengan Aksi Nyata

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:44 WITA

Kukuhkan Legalitas Organisasi, IKA HIPMA-KT Kantongi Akta Notaris dan SK Kemenkumham

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:53 WITA

Kerajinan Daur Ulang Limbah dan Batik Rantau Pulung Tampil di Ajang Pameran Expo Kutai Timur 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:08 WITA

Beragam Produk Olahan Kreatif UMKM Rantau Pulung Pikat Pengunjung Pameran Expo Kutim 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:08 WITA

Komoditas Kelapa Sawit dan Padi Sawah Jadi Primadona di Rantau Pulung

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:42 WITA

Expo Kutai Timur 2026, Pemerintah Kecamatan Rantau Pulung Genjot Promosi agar Produk Lokal Dikenal Luas

Berita Terbaru

Diskominfo Kutai Timur

Komoditas Kelapa Sawit dan Padi Sawah Jadi Primadona di Rantau Pulung

Selasa, 13 Okt 2026 - 12:08 WITA