
SANGATTAKU – Pelaksanaan salat Istisqa yang digelar Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) di kawasan Bukit Pelangi beberapa waktu lalu mulai membuahkan hasil positif. Hujan deras dilaporkan telah mengguyur sejumlah lokasi strategis di wilayah Sangatta, meskipun intensitas curah hujan belum merata di seluruh kecamatan.
Sejumlah area vital yang mulai mendapatkan guyuran hujan deras meliputi kawasan pemukiman, pertanian, dan perkebunan di sepanjang koridor Jalan Soekarno-Hatta, Jalan Yos Sudarso, hingga area sekitar Stadion Sangatta. Pasokan air hujan di wilayah-wilayah tersebut dinilai sangat krusial mengingat mayoritas masyarakat setempat menggantungkan mata pencaharian pada sektor pertanian yang amat bergantung pada iklim.

Selain kawasan pertanian warga, hujan juga mulai membasahi beberapa wilayah pesisir dan pinggiran seperti Kenyamukan dan Sangatta Selatan. Kehadiran hujan di area ini sangat signifikan untuk menekan potensi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meningkat akibat paparan cuaca panas terik selama beberapa pekan terakhir.
Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, mengungkapkan bahwa wilayah-wilayah yang telah diguyur hujan tersebut memang merupakan daerah yang paling mendesak membutuhkan pasokan air, baik untuk kebutuhan bercocok tanam maupun pencegahan bencana lingkungan.
“Daerah Soekarno-Hatta dan Yos Sudarso itu banyak masyarakat petani. Di sekitar stadion juga sama, jadi air hujan paling dibutuhkan di sana. Kemudian di daerah Kenyamukan dan Sangatta Selatan butuh hujan untuk mengatasi kebakaran hutan. Mungkin Allah menurunkan air hujan ke situ dulu,” kata Mahyunadi, Kamis (10/9/2026).
Mengenai kawasan pusat pemerintahan di Bukit Pelangi yang menjadi tempat pelaksanaan salat Istisqa tetapi hingga kini masih terpantau kering, Pemkab Kutim meminta masyarakat tetap tenang. Pemerintah daerah bersama unsur tokoh agama dan warga membuka peluang untuk menggelar pelaksanaan salat Istisqa susulan apabila kondisi kekeringan terus berlanjut.
“Insya Allah untuk wilayah Bukit Pelangi tinggal menunggu giliran saja, atau mungkin nanti menunggu pelaksanaan salat Istisqa yang ketiga,” tutur Mahyunadi. (adv/Diskominfo Kutim)




















