Mulyono Paparkan 7 Strategi Utama Program SITISEK Lintas Sektor

Jumat, 21 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SANGATTAKU – Program Strategi Anti Anak Tidak Sekolah (SITISEK) yang diluncurkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur (Kutim) dirancang dengan pendekatan multisektor dan teknis yang detail, melibatkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk perusahaan swasta dan akademisi. Implementasi program ini berfokus pada Rencana Aksi Daerah yang disusun dengan dukungan dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), memastikan intervensi yang dilakukan berbasis kajian ilmiah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Timur, Mulyono saat wawancara usai peluncuran Program SITISEK. (M2P/sangattaku)

Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, menjelaskan bahwa SITISEK mengedepankan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta. Kolaborasi ini melibatkan Bupati dan Wakil Bupati Kutim, Tim Penggerak PKK, Disdukcapil, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), seluruh satuan pendidikan, tokoh adat, komunitas lokal, hingga perusahaan tambang dan perkebunan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) mereka.

SITISEK memiliki tujuh strategi utama yang dijalankan secara simultan, yakni:
• Verifikasi BNBA dan pembentukan Tim Penanganan Anak Berisiko Tidak Sekolah,
• Pengembangan kelas jauh, sekolah terbuka, dan penguatan PKBM, hingga penyediaan transportasi sekolah,
• Penyediaan beasiswa, buku, dan seragam gratis,
• Kampanye pentingnya pendidikan melalui roadshow kecamatan dan konten digital,
• Konseling motivasi bagi anak dan remaja,
• Pencegahan pernikahan dini,
• Integrasi layanan pendidikan paket A, B, dan C di pesantren.

Langkah awal yang krusial adalah verifikasi data by name by address (BNBA) untuk mendapatkan data anak yang valid, diikuti dengan pembentukan Tim Penanganan Anak Berisiko Tidak Sekolah. Tim ini akan bergerak cepat di lapangan untuk melakukan intervensi dini.

Strategi selanjutnya berfokus pada penguatan layanan pendidikan alternatif dan inklusif. Ini termasuk pengembangan kelas jauh (sekolah filial/ kelas yang dibuka di luar sekolah induk karena keterbatasan tempat, solusi untuk siswa di daerah pinggiran atau terpencil yang tidak tertampung di sekolah induk), pendirian sekolah terbuka, dan penguatan peran Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) agar dapat menjangkau wilayah pelosok dan anak-anak yang memiliki keterbatasan waktu. Disdikbud juga tetap menyediakan bantuan material berupa beasiswa, buku, dan seragam gratis, meskipun faktor biaya bukan lagi menjadi penghalang utama.

Baca Juga  Fraksi Golkar Desak Akselerasi Program Prioritas di APBD Kutim

Selain itu, SITISEK menitikberatkan pada aspek motivasi dan pencegahan. Kampanye pentingnya pendidikan akan digalakkan melalui roadshow di berbagai kecamatan serta memanfaatkan konten digital yang menarik. Langkah pencegahan pernikahan dini juga masuk dalam program utama, diiringi dengan sesi konseling motivasi yang intensif bagi anak, remaja, dan orang tua.

Untuk mengatasi tantangan geografis, program ini secara khusus mencakup penyediaan transportasi sekolah yang memadai. Inovasi lain adalah integrasi layanan pendidikan Paket A, B, dan C ke dalam sistem di pesantren, memastikan bahwa anak-anak yang menempuh pendidikan agama formal tetap mendapatkan ijazah pendidikan umum. Dengan pendekatan lintas sektor ini, Disdikbud menargetkan penurunan minimal 50 persen angka ATS dalam tiga tahun, sejalan dengan komitmen Kutai Timur untuk mencapai target pendidikan berkualitas dalam SDGs (Sustainable Development Goals/ Tujuan Pembangunan Berkelanjutan). (adv/Diskominfo Kutim)

1.1kDibaca

Berita Terkait

Tatap Muka Masih Dibutuhkan di Tengah Digitalisasi Adminduk
Sasar SRA hingga Tekan Perkawinan Dini, DP3A Kutim Perkuat Sinergi Lintas Sektor
Pemkab Kutai Timur Didorong Bangun Asrama Mahasiswa Permanen
Baru 50 dari 800 Sekolah Terjangkau, DP3A Kutim Genjot Pembentukan Fasilitator SPRA
HUT ke-29 SMAN 1 Sangatta Utara, IKA HIPMA-KT Dorong Generasi Unggul dan Berkarakter
Jambore Daerah Kaltim 2025 Resmi Ditutup, Mahyunadi Minta Evaluasi Kekurangan dalam Penyelenggaraan
Gali Potensi Ekonomi Digital, Basuki Isnawan Dorong Kolaborasi Sekolah dan Swasta Perkuat Ekosistem Esports Kutai Timur
Didorong Dispora Kutim, HMI Integrasi Penuh ke KNPI Per Akhir November

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 10:06 WITA

Tatap Muka Masih Dibutuhkan di Tengah Digitalisasi Adminduk

Jumat, 11 September 2026 - 15:26 WITA

Sasar SRA hingga Tekan Perkawinan Dini, DP3A Kutim Perkuat Sinergi Lintas Sektor

Jumat, 11 September 2026 - 10:49 WITA

Pemkab Kutai Timur Didorong Bangun Asrama Mahasiswa Permanen

Kamis, 10 September 2026 - 09:48 WITA

Baru 50 dari 800 Sekolah Terjangkau, DP3A Kutim Genjot Pembentukan Fasilitator SPRA

Kamis, 20 Agustus 2026 - 19:41 WITA

HUT ke-29 SMAN 1 Sangatta Utara, IKA HIPMA-KT Dorong Generasi Unggul dan Berkarakter

Berita Terbaru

Diskominfo Kutai Timur

Tatap Muka Masih Dibutuhkan di Tengah Digitalisasi Adminduk

Rabu, 16 Sep 2026 - 10:06 WITA

Diskominfo Kutai Timur

Tak Perlu Tinggalkan Rumah Sakit, Akta hingga NIK Bayi Kini Bisa Diurus

Rabu, 16 Sep 2026 - 09:48 WITA

Diskominfo Kutai Timur

Batik Jadi Andalan UMKM Swarga Bara, Pasarnya Mulai Merambah Luar Kutai Timur

Rabu, 16 Sep 2026 - 09:21 WITA

Diskominfo Kutai Timur

Realisasi Infrastruktur Desa Swarga Bara Capai 80 Persen

Rabu, 16 Sep 2026 - 09:11 WITA

Diskominfo Kutai Timur

Kemarau Berkepanjangan, Mahyunadi Minta Warga Jaga Lahan Agar Tak Terbakar

Rabu, 16 Sep 2026 - 08:44 WITA