Antrean BBM di Kutim Tak Kunjung Reda, Wabup Usulkan Subsidi Dicabut

Sabtu, 12 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SANGATTAKU – Masalah antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) yang tak kunjung terurai di wilayah Kutai Timur mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, menilai akar masalah dari fenomena antrean kendaraan di SPBU tersebut berasal dari dua faktor utama, yakni keberadaan pengetap dan kebutuhan sektor industri.

Mahyunadi menjelaskan bahwa skema harga BBM bersubsidi memicu adanya celah permainan oleh pihak-pihak tertentu yang mencari keuntungan. BBM bersubsidi yang dibeli oleh pengetap diduga kuat dialirkan untuk kebutuhan industri.

Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi. (Meika/ sgtk)

“Akar masalahnya antrean BBM ini adalah dua, pengetap dan industri. Pengetap karena ada subsidi, ada permainan, pengetap jual jadi industri. Kalau sudah tidak ada subsidi lagi, semua harga BBM sama, siapa lagi yang mau ngentap?” kata Mahyunadi saat memberikan keterangan.

Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa kebijakan pembangunan SPBU baru oleh pemerintah atau BUMD tidak akan menjadi solusi efektif jika praktik pengetapan dan penyaluran ke industri masih terus terjadi. Menurutnya, pemberian subsidi BBM saat ini dinilai kurang tepat sasaran karena tidak dinikmati secara merata oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

“Menurut saya, Mahyunadi, subsidi BBM itu tidak tepat sasaran. Kenapa? Karena sejatinya subsidi itu untuk orang tidak mampu. Bagaimana itu tetangga saya, satu tiap hari sholat sama saya di masjid bersama-sama, dia ke kebun hanya naik sepeda. Setetes pun dia enggak pakai BBM. Dapat enggak dia subsidi? Nggak kan?” lanjut Mahyunadi.

“Berarti subsidi itu justru dirasakan oleh orang yang punya kendaraan. Yang tidak punya kendaraan, tidak subsidi. Alangkah baiknya subsidi dicabut aja, hasil subsidi itu dibagikan pada orang-orang yang tidak mampu, gitu aja,” tegasnya.

Ketika ditanya mengenai opsi penambahan kuota BBM, Mahyunadi mengungkapkan bahwa langkah tersebut juga belum tentu mampu menjawab persoalan jika akar masalah utamanya tidak dibenahi. Ia menduga adanya potensi penyimpangan dalam jalur distribusi BBM.

Baca Juga  Wujudkan Penanganan Bencana yang Terukur, BPBD Gelar Pendampingan Petugas Jitupasna dan R3P

“Kalau masih ada industri dan non-industri itu susah. Bisa jadi justru permainannya di pemilik SPBU. Bisa jadi kan, saya enggak nuduh. Bisa jadi pemilik SPBU mobilnya sebelum mampir di SPBU, mampir di mana dulu. Ya kan, coba lihat aja,” pungkas Mahyunadi. (adv/Diskominfo Kutim)

529Dibaca

Berita Terkait

Tatap Muka Masih Dibutuhkan di Tengah Digitalisasi Adminduk
Tak Perlu Tinggalkan Rumah Sakit, Akta hingga NIK Bayi Kini Bisa Diurus
Batik Jadi Andalan UMKM Swarga Bara, Pasarnya Mulai Merambah Luar Kutai Timur
Realisasi Infrastruktur Desa Swarga Bara Capai 80 Persen
Kemarau Berkepanjangan, Mahyunadi Minta Warga Jaga Lahan Agar Tak Terbakar
BPBD Kutai Timur Ingatkan Titik Hotspot Tak Bisa Langsung Disebut Karhutla
Cegah Karhutla, PT Dewata Sawit Nusantara Perkuat Patroli Bersama Masyarakat dan Aparat Keamanan
Pengembang Diminta Segera Serahkan Aset PSU, Agar Perbaikan Infrastruktur Perumahan Bisa Dilakukan

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 10:06 WITA

Tatap Muka Masih Dibutuhkan di Tengah Digitalisasi Adminduk

Rabu, 16 September 2026 - 09:48 WITA

Tak Perlu Tinggalkan Rumah Sakit, Akta hingga NIK Bayi Kini Bisa Diurus

Rabu, 16 September 2026 - 09:21 WITA

Batik Jadi Andalan UMKM Swarga Bara, Pasarnya Mulai Merambah Luar Kutai Timur

Rabu, 16 September 2026 - 09:11 WITA

Realisasi Infrastruktur Desa Swarga Bara Capai 80 Persen

Rabu, 16 September 2026 - 08:44 WITA

Kemarau Berkepanjangan, Mahyunadi Minta Warga Jaga Lahan Agar Tak Terbakar

Berita Terbaru

Diskominfo Kutai Timur

Tatap Muka Masih Dibutuhkan di Tengah Digitalisasi Adminduk

Rabu, 16 Sep 2026 - 10:06 WITA

Diskominfo Kutai Timur

Tak Perlu Tinggalkan Rumah Sakit, Akta hingga NIK Bayi Kini Bisa Diurus

Rabu, 16 Sep 2026 - 09:48 WITA

Diskominfo Kutai Timur

Batik Jadi Andalan UMKM Swarga Bara, Pasarnya Mulai Merambah Luar Kutai Timur

Rabu, 16 Sep 2026 - 09:21 WITA

Diskominfo Kutai Timur

Realisasi Infrastruktur Desa Swarga Bara Capai 80 Persen

Rabu, 16 Sep 2026 - 09:11 WITA

Diskominfo Kutai Timur

Kemarau Berkepanjangan, Mahyunadi Minta Warga Jaga Lahan Agar Tak Terbakar

Rabu, 16 Sep 2026 - 08:44 WITA