Dampak Kekeringan di Rantau Pulung: Krisis Air, Debu, hingga Anak-anak Terpapar Batuk

Sabtu, 12 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SANGATTAKU – Dampak musim kemarau yang melanda kawasan Kecamatan Rantau Pulung kini mulai memicu terjadinya krisis air bersih, kerusakan pada sektor tanaman pertanian, hingga tingginya risiko paparan debu jalanan yang mengancam kondisi kesehatan masyarakat setempat, khususnya anak-anak.

Kondisi tersebut terungkap setelah Camat Rantau Pulung, Vita Nurhasanah, turun langsung melakukan peninjauan ke sejumlah titik lokasi desa. Penurunan kualitas udara akibat tingginya polusi debu di sepanjang lintasan jalur transportasi darat yang kering dilaporkan menjadi pemicu utama munculnya gangguan saluran pernapasan pada kelompok usia rentan di wilayah tersebut.

Rapat koordinasi bersama Da’i Pembangunan, MUI dan KUA Rantau Pulung tgl 10 september 2026, membahas pentingnya pelaksaan salat sunnah istisqa’ di Kec. Rantau Pulung. (dok. Kecamatan Rantau Pulung/ sgtk)

“Kondisi jalan yang berdebu saat ini menyebabkan tingginya terpapar debu, sehingga banyak anak-anak kita yang batuk-batuk di sana,” tegas Vita saat dihubungi melalui telepon WhatsApp, Sabtu (12/9/2026).

Selain permasalahan kesehatan masyarakat yang terjadi di tingkat desa, hasil peninjauan lapangan itu turut mengonfirmasi kian meningkatnya keresahan warga setempat. Hal ini disebabkan oleh makin minimnya ketersediaan air bersih untuk memenuhi kebutuhan harian serta banyaknya komoditas tanaman pertanian milik penduduk yang mengalami kerusakan hingga mengering.

Guna merespons dampak kekeringan lingkungan dan keluhan kesehatan masyarakat yang meluas tersebut, Pemerintah Kecamatan Rantau Pulung mengambil langkah konkret dengan menginisiasi penyelenggaraan ibadah salat sunah Istisqa sebagai bentuk upaya memohon diturunkannya hujan.

Rencana penyelenggaraan ibadah tersebut kemudian dimatangkan melalui pelaksanaan rapat koordinasi resmi bersama jajaran Da’i Pembangunan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Rantau Pulung, serta Kantor Urusan Agama (KUA) Rantau Pulung yang dilaksanakan pada Kamis (10/9/2026).

Baca Juga  Wakil Ketua DPRD Kutim Dorong Pengelolaan Potensi Daerah untuk Tingkatkan PAD

Berdasarkan hasil musyawarah dan kesepakatan dari pertemuan lintas lembaga keagamaan di tingkat kecamatan tersebut, pelaksanaan ibadah salat Istisqa diputuskan dan ditetapkan untuk diselenggarakan secara serentak pada Minggu pagi (13/9/2026).

Saat ini, kepastian waktu, pengumuman, serta informasi teknis terkait pelaksanaan ibadah tersebut telah disosialisasikan secara masif kepada seluruh lapisan warga melalui kanal media sosial resmi milik pihak kecamatan dan diteruskan oleh seluruh jajaran pemerintah desa setempat. (adv/Diskominfo Kutim)

659Dibaca

Berita Terkait

Tatap Muka Masih Dibutuhkan di Tengah Digitalisasi Adminduk
Tak Perlu Tinggalkan Rumah Sakit, Akta hingga NIK Bayi Kini Bisa Diurus
Batik Jadi Andalan UMKM Swarga Bara, Pasarnya Mulai Merambah Luar Kutai Timur
Realisasi Infrastruktur Desa Swarga Bara Capai 80 Persen
Kemarau Berkepanjangan, Mahyunadi Minta Warga Jaga Lahan Agar Tak Terbakar
BPBD Kutai Timur Ingatkan Titik Hotspot Tak Bisa Langsung Disebut Karhutla
Cegah Karhutla, PT Dewata Sawit Nusantara Perkuat Patroli Bersama Masyarakat dan Aparat Keamanan
Pengembang Diminta Segera Serahkan Aset PSU, Agar Perbaikan Infrastruktur Perumahan Bisa Dilakukan

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 10:06 WITA

Tatap Muka Masih Dibutuhkan di Tengah Digitalisasi Adminduk

Rabu, 16 September 2026 - 09:48 WITA

Tak Perlu Tinggalkan Rumah Sakit, Akta hingga NIK Bayi Kini Bisa Diurus

Rabu, 16 September 2026 - 09:21 WITA

Batik Jadi Andalan UMKM Swarga Bara, Pasarnya Mulai Merambah Luar Kutai Timur

Rabu, 16 September 2026 - 09:11 WITA

Realisasi Infrastruktur Desa Swarga Bara Capai 80 Persen

Rabu, 16 September 2026 - 08:44 WITA

Kemarau Berkepanjangan, Mahyunadi Minta Warga Jaga Lahan Agar Tak Terbakar

Berita Terbaru

Diskominfo Kutai Timur

Tatap Muka Masih Dibutuhkan di Tengah Digitalisasi Adminduk

Rabu, 16 Sep 2026 - 10:06 WITA

Diskominfo Kutai Timur

Tak Perlu Tinggalkan Rumah Sakit, Akta hingga NIK Bayi Kini Bisa Diurus

Rabu, 16 Sep 2026 - 09:48 WITA

Diskominfo Kutai Timur

Batik Jadi Andalan UMKM Swarga Bara, Pasarnya Mulai Merambah Luar Kutai Timur

Rabu, 16 Sep 2026 - 09:21 WITA

Diskominfo Kutai Timur

Realisasi Infrastruktur Desa Swarga Bara Capai 80 Persen

Rabu, 16 Sep 2026 - 09:11 WITA

Diskominfo Kutai Timur

Kemarau Berkepanjangan, Mahyunadi Minta Warga Jaga Lahan Agar Tak Terbakar

Rabu, 16 Sep 2026 - 08:44 WITA