
SANGATTAKU – Dampak musim kemarau yang melanda kawasan Kecamatan Rantau Pulung kini mulai memicu terjadinya krisis air bersih, kerusakan pada sektor tanaman pertanian, hingga tingginya risiko paparan debu jalanan yang mengancam kondisi kesehatan masyarakat setempat, khususnya anak-anak.
Kondisi tersebut terungkap setelah Camat Rantau Pulung, Vita Nurhasanah, turun langsung melakukan peninjauan ke sejumlah titik lokasi desa. Penurunan kualitas udara akibat tingginya polusi debu di sepanjang lintasan jalur transportasi darat yang kering dilaporkan menjadi pemicu utama munculnya gangguan saluran pernapasan pada kelompok usia rentan di wilayah tersebut.

“Kondisi jalan yang berdebu saat ini menyebabkan tingginya terpapar debu, sehingga banyak anak-anak kita yang batuk-batuk di sana,” tegas Vita saat dihubungi melalui telepon WhatsApp, Sabtu (12/9/2026).
Selain permasalahan kesehatan masyarakat yang terjadi di tingkat desa, hasil peninjauan lapangan itu turut mengonfirmasi kian meningkatnya keresahan warga setempat. Hal ini disebabkan oleh makin minimnya ketersediaan air bersih untuk memenuhi kebutuhan harian serta banyaknya komoditas tanaman pertanian milik penduduk yang mengalami kerusakan hingga mengering.
Guna merespons dampak kekeringan lingkungan dan keluhan kesehatan masyarakat yang meluas tersebut, Pemerintah Kecamatan Rantau Pulung mengambil langkah konkret dengan menginisiasi penyelenggaraan ibadah salat sunah Istisqa sebagai bentuk upaya memohon diturunkannya hujan.
Rencana penyelenggaraan ibadah tersebut kemudian dimatangkan melalui pelaksanaan rapat koordinasi resmi bersama jajaran Da’i Pembangunan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Rantau Pulung, serta Kantor Urusan Agama (KUA) Rantau Pulung yang dilaksanakan pada Kamis (10/9/2026).
Berdasarkan hasil musyawarah dan kesepakatan dari pertemuan lintas lembaga keagamaan di tingkat kecamatan tersebut, pelaksanaan ibadah salat Istisqa diputuskan dan ditetapkan untuk diselenggarakan secara serentak pada Minggu pagi (13/9/2026).
Saat ini, kepastian waktu, pengumuman, serta informasi teknis terkait pelaksanaan ibadah tersebut telah disosialisasikan secara masif kepada seluruh lapisan warga melalui kanal media sosial resmi milik pihak kecamatan dan diteruskan oleh seluruh jajaran pemerintah desa setempat. (adv/Diskominfo Kutim)




















