Pemkab Kutim Fokus Susun FS Jembatan Timbang, Tiga Lokasi Dinilai Layak

Minggu, 27 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SANGATTAKU – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) melalui Dinas Perhubungan (Dishub) mulai mematangkan rencana pembangunan Jembatan Timbang atau Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB). Tahun ini, Pemkab Kutim memprioritaskan penyusunan dokumen studi kelayakan atau Feasibility Study (FS) yang akan dianggarkan melalui APBD Perubahan.

Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Darat Dishub Kutim, Abdul Muis, menjelaskan tahapan tersebut saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (14/9/2026). Ia menerangkan, rencana pembangunan UPPKB telah melalui sejumlah tahapan, termasuk koordinasi dan survei teknis oleh Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Kalimantan Timur di bawah Kementerian Perhubungan.

Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Darat Dishub Kutim, Abdul Muis. (Meika/ sgtk)

“Tahun ini kita akan membuat dokumen FS-nya dulu. Karena alhamdulillah ini perjalanan panjang juga, kita melalui tahapannya termasuk survei dari BPTD Kementerian Perhubungan karena ini adalah kewenangannya,” jelas Abdul Muis.

Keberadaan UPPKB nantinya berfungsi sebagai fasilitas pengawasan dan pengendalian muatan kendaraan angkutan barang. Jembatan timbang digunakan untuk memeriksa antara lain tata cara pemuatan, dimensi kendaraan, tekanan sumbu, dokumen angkutan, hingga kelebihan muatan. Pengawasan tersebut juga ditujukan untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan sekaligus menjaga kondisi infrastruktur jalan.

Berdasarkan Laporan Hasil Kegiatan Survei Lapangan BPTD Kelas II Kalimantan Timur Nomor 34/PRASARANA/XI/2025, survei dilakukan terhadap sejumlah titik di ruas Jalan Poros Bontang-Sangatta untuk melihat kelayakan lokasi pembangunan UPPKB.

Dari lima lokasi yang ditinjau, tiga di antaranya dinilai layak untuk ditindaklanjuti dari sisi teknis. Ketiga lokasi tersebut berada di wilayah Kecamatan Teluk Pandan, yang menjadi salah satu akses utama menuju Kutai Timur dari arah Bontang.

Lokasi pertama berada di depan Kantor Camat Teluk Pandan, sebelah kanan jalan dari arah Bontang menuju Sangatta. Lokasi kedua berada di depan Tamban, sekitar tiga kilometer dari Simpang Tiga Bontang-Sangatta, juga di sisi kanan jalan.

Baca Juga  Hadir di Peringatan Maulid Nabi, Kasmidi Bulang Ajak Warga Rawat Silaturrahmi

Sementara lokasi ketiga berada di depan Gerbang Suka Rahmat, sekitar satu kilometer dari Simpang Tiga Bontang-Sangatta atau di depan Makam Lapri.

Meski terdapat lokasi yang dinilai layak, hasil survei BPTD juga memuat sejumlah catatan yang perlu ditindaklanjuti, terutama berkaitan dengan aspek teknis dan status kepemilikan lahan.

Catatan tersebut antara lain terdapat pada sejumlah titik di sekitar KM 7 dan KM 8 Jalan Poros Bontang-Sangatta. Kejelasan status lahan dinilai penting untuk mendukung proses penyediaan dan pembebasan lahan pada tahapan selanjutnya.

Abdul Muis menerangkan, pembagian kewenangan dalam rencana pembangunan UPPKB tersebut telah jelas. Pemkab Kutim memiliki tanggung jawab dalam penyediaan dan pembebasan lahan, sedangkan pembangunan fisik menjadi kewenangan Kementerian Perhubungan.

“Kutai Timur hanya punya kewenangan untuk membebaskan lahan. Jadi dari kementerian mereka yang membangun. Pemerintah daerah dalam hal ini menyiapkan lahan, tapi pembangunan fisik adalah dari kementerian,” terangnya.

Dengan penyusunan FS yang direncanakan melalui APBD Perubahan tahun ini, Pemkab Kutim terlebih dahulu akan mematangkan aspek kelayakan dan kesiapan lahan sebelum pembangunan fisik UPPKB masuk ke tahapan berikutnya. (adv/Diskominfo Kutim)

838Dibaca

Berita Terkait

Kutai Timur Perkuat Daya Saing Sawit Global Lewat Peluncuran Program SUSTAIN Kutim Tahap II dan Sertifikasi ISPO-RSPO
Bupati Kutai Timur Pastikan Peluang Sekolah Spesialis untuk Dokter PNS dan PPPK Terbuka, Asal Sesuai Prosedur
Bupati Kutai Timur Dorong Pemerataan Layanan Dokter Spesialis hingga ke Kecamatan
TRC Kutai Timur Catat 50 Penanganan Karhutla di Sangatta Selatan, Titik Terbesar Capai 20 Hektare
Bupati Kutai Timur Apresiasi Program Pemuda Kutim Hebat di Puncak HUT ke-27 Kutai Timur
Expo Kutai Timur Raup Rp4,25 Miliar, Bupati Tekankan Investasi Harus Serap Tenaga Kerja Lokal
Perputaran Ekonomi UMKM di Kutim Expo Tembus Rp4 Miliar, DPMPTSP Siapkan Penambahan Tenda
HUT ke-62 Golkar, Khairuddin Ingatkan Pentingnya Persatuan Antarkader

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:54 WITA

Kutai Timur Perkuat Daya Saing Sawit Global Lewat Peluncuran Program SUSTAIN Kutim Tahap II dan Sertifikasi ISPO-RSPO

Senin, 26 Oktober 2026 - 09:07 WITA

Bupati Kutai Timur Pastikan Peluang Sekolah Spesialis untuk Dokter PNS dan PPPK Terbuka, Asal Sesuai Prosedur

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:11 WITA

Bupati Kutai Timur Dorong Pemerataan Layanan Dokter Spesialis hingga ke Kecamatan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 14:59 WITA

TRC Kutai Timur Catat 50 Penanganan Karhutla di Sangatta Selatan, Titik Terbesar Capai 20 Hektare

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:59 WITA

Bupati Kutai Timur Apresiasi Program Pemuda Kutim Hebat di Puncak HUT ke-27 Kutai Timur

Berita Terbaru