
SANGATTAKU – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memperkuat layanan rumah sakit di wilayah kecamatan dengan memenuhi kebutuhan dokter spesialis di RS Muara Bengkal dan RS Sangkulirang.
Langkah tersebut dilakukan setelah kedua rumah sakit sempat menghadapi keterbatasan dokter spesialis pada 2024 hingga 2025. Memasuki 2026, Dinkes Kutim menggandeng Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui program penugasan khusus dokter spesialis layanan dasar.

Kepala Dinkes Kutim, Yuwana Sri Kurniawati, menerangkan penempatan dokter spesialis tersebut didukung melalui kolaborasi pembiayaan antara Dinkes Provinsi Kaltim dan Dinkes Kutim.
“Alhamdulillah, pada 2026 ini kami melakukan terobosan dengan bekerja sama dengan Kemenkes melalui penugasan khusus. Dengan begitu, kita bisa menempatkan dokter spesialis layanan dasar di RS Sangkulirang dan RS Muara Bengkal,” jelas Yuwana saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (16/9/2026).
Menurutnya, penempatan dokter spesialis mulai memperluas jenis layanan yang dapat diberikan di kedua rumah sakit tersebut. Sejak 1 April 2026, RS Muara Bengkal sudah dapat menangani pasien yang sebelumnya harus dirujuk ke rumah sakit di luar kecamatan.
“Sejak 1 April 2026, RS Muara Bengkal sudah bisa melayani pasien yang selama ini harus dirujuk ke luar. Sekarang, penanganannya cukup di RS Muara Bengkal maupun Sangkulirang,” terangnya.
Khusus RS Muara Bengkal, saat ini terdapat tujuh dokter spesialis. Kehadiran tenaga spesialis tersebut turut mendorong peningkatan kunjungan pasien yang sebelumnya relatif rendah ketika pelayanan lebih banyak ditangani dokter umum.
“Di Muara Bengkal bahkan sudah ada tujuh dokter spesialis. Kalau dulu hanya mengandalkan dokter umum sehingga pasiennya sepi, sekarang tingkat kunjungannya sudah tinggi,” imbuhnya.
Dinkes Kutim juga berkoordinasi dengan BPJS Kesehatan agar pelayanan yang diberikan di rumah sakit tersebut dapat terakomodasi dalam skema pembiayaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Dengan bertambahnya dokter spesialis, layanan di RS Muara Bengkal juga mulai berkembang. Salah satunya ditandai dengan mulai beroperasinya layanan bedah pada April 2026, yang sebelumnya belum dapat dilakukan di rumah sakit tersebut. (adv/Diskominfo Kutim)





















