
SANGATTAKU – Seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) yang telah berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) kini memiliki kewenangan penuh untuk melakukan rekrutmen tenaga kesehatan secara mandiri. Kebijakan ini dihadirkan sebagai solusi taktis untuk mengatasi tantangan kekurangan tenaga medis dan penunjang di tiap fasilitas layanan kesehatan primer.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim, Yuwana Sri Kurniawati, menerangkan bahwa fleksibilitas status BLUD memungkinkan pihak manajemen fasilitas kesehatan bergerak lebih cepat dalam memenuhi kebutuhan formasi spesifik. Adapun jenis tenaga yang dapat direkrut secara mandiri mencakup bidan, perawat, ahli gizi, hingga tenaga laboratorium, menyesuaikan beban kerja masing-masing wilayah.
“Karena sudah berstatus BLUD, Puskesmas bisa melakukan rekrutmen mandiri seperti bidan, perawat, ahli gizi, dan tenaga laboratorium sesuai kebutuhan masing-masing karena beban dan karakteristik tiap fasilitas berbeda,” ujar Yuwana saat ditemui di ruang kerjanya di Sangatta, Rabu (16/9/2026).
Kebijakan ini menjadi sangat krusial mengingat tantangan pemenuhan sumber daya manusia (SDM) kesehatan di daerah yang cukup tinggi. Berdasarkan data pemetaan Kementerian Kesehatan, tercatat sebanyak 19 dari total 21 Puskesmas di Kutim saat ini belum sepenuhnya memenuhi kelengkapan standar sembilan jenis tenaga kesehatan minimal.
Kondisi geografis serta rendahnya minat penempatan tenaga dokter di wilayah pedalaman turut menjadi tantangan tersendiri yang harus disiasati oleh pemerintah daerah.
Namun demikian, dengan keleluasaan pengelolaan keuangan dan sumber daya yang diberikan sejak status BLUD resmi disandang oleh seluruh Puskesmas, tiga rumah sakit daerah, serta Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kutim, pihak manajemen kini memiliki diskresi lebih besar.
Selain mengandalkan program nasional seperti Nusantara Sehat, langkah rekrutmen mandiri ini diyakini mampu menutupi kekosongan formasi secara cepat demi mengoptimalkan mutu pelayanan publik dan jaminan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat di Kutim. (adv/Diskominfo Kutim)






















