Dinkes Kutim Perkuat Penanganan Stunting Lewat Pentas Kutim

Sabtu, 19 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SANGATTAKU – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Timur memperkuat penanganan stunting melalui integrasi layanan Posyandu dengan pelayanan kesehatan primer. Langkah tersebut dilakukan dengan memperluas pemantauan kesehatan masyarakat, mulai dari ibu hamil hingga tumbuh kembang balita.

Kepala Dinkes Kutai Timur, Yuwana Sri Kurniawati, menerangkan penguatan layanan tersebut menjadi bagian dari program Pelayanan Terpadu dan Serentak untuk Menuntaskan Stunting (Pentas Kutim). Pelaksanaannya mengintegrasikan Posyandu ke dalam layanan Integrasi Layanan Primer (ILP) dengan mengacu pada enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Kepala Dinkes Kutai Timur, Yuwana Sri Kurniawati. (Meika/ sgtk)

Melalui layanan tersebut, pemantauan dilakukan sejak masa kehamilan, terutama terhadap ibu hamil yang mengalami anemia maupun Kekurangan Energi Kronis (KEK). Pemeriksaan dan pemantauan tersebut menjadi bagian dari intervensi untuk mengidentifikasi kondisi yang dapat meningkatkan risiko bayi lahir stunting.

Sementara pada kelompok balita, pemantauan dilakukan melalui penimbangan dan pemeriksaan pertumbuhan secara berkala di Posyandu. Hasil pelayanan kemudian dicatat secara daring dan terhubung dengan sistem Kementerian Kesehatan untuk mendukung pemantauan oleh tenaga kesehatan.

Yuwana menerangkan, penguatan intervensi dan pemantauan tersebut berjalan seiring dengan perubahan capaian prevalensi stunting di Kutai Timur.

“Dari 16 persen turun menjadi 12,86 persen,” terang Yuwana singkat.

Selain perubahan prevalensi, partisipasi masyarakat dalam penimbangan balita juga menunjukkan peningkatan. Berdasarkan rekapitulasi data hingga 31 Agustus 2026, tingkat partisipasi penimbangan mencapai 54,91 persen, dari sebelumnya yang berada di kisaran 34 persen.

“Partisipasinya dalam penimbangan anak itu sudah 54,91 persen,” jelasnya.

Peningkatan partisipasi tersebut memberikan data yang lebih rutin mengenai kondisi pertumbuhan balita. Data hasil penimbangan selanjutnya dapat digunakan tenaga kesehatan untuk menentukan tindak lanjut berdasarkan hasil pemantauan masing-masing anak. (adv/Diskominfo Kutim)

Berita Terkait

Tak Lagi Hanya Soal Kesehatan, Posyandu Kutim Kini Terintegrasi 6 SPM
Pelabuhan Kenyamukan Ditargetkan Beroperasi 2028 untuk Tekan Disparitas Harga di Kutai Timur
Atasi Perbedaan Data Warga, Disdukcapil Kutim Beri Akses SIAK Terbatas untuk RT
Proyek Strategis Rp144 Miliar, Pembangunan Pelabuhan Kenyamukan Masuki Tahap Review Kontrak
Kepemilikan KIA di Kutim Capai 78,02 Persen, Lampaui Target Nasional
Cakupan BPJS Kesehatan Kutim Capai 106 Persen, Lampaui Target UHC
Siap Kawal: Penghubung Layanan Adminduk Lintas Instansi di Kutim
Kualitas Udara Memburuk, Disdikbud Kutim Liburkan Sekolah dan Terapkan Pembelajaran Daring

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 14:33 WITA

Tak Lagi Hanya Soal Kesehatan, Posyandu Kutim Kini Terintegrasi 6 SPM

Sabtu, 19 September 2026 - 14:28 WITA

Dinkes Kutim Perkuat Penanganan Stunting Lewat Pentas Kutim

Sabtu, 19 September 2026 - 09:01 WITA

Pelabuhan Kenyamukan Ditargetkan Beroperasi 2028 untuk Tekan Disparitas Harga di Kutai Timur

Sabtu, 19 September 2026 - 08:15 WITA

Atasi Perbedaan Data Warga, Disdukcapil Kutim Beri Akses SIAK Terbatas untuk RT

Jumat, 18 September 2026 - 10:22 WITA

Proyek Strategis Rp144 Miliar, Pembangunan Pelabuhan Kenyamukan Masuki Tahap Review Kontrak

Berita Terbaru

Diskominfo Kutai Timur

Tak Lagi Hanya Soal Kesehatan, Posyandu Kutim Kini Terintegrasi 6 SPM

Sabtu, 19 Sep 2026 - 14:33 WITA

Diskominfo Kutai Timur

Dinkes Kutim Perkuat Penanganan Stunting Lewat Pentas Kutim

Sabtu, 19 Sep 2026 - 14:28 WITA

Diskominfo Kutai Timur

Atasi Perbedaan Data Warga, Disdukcapil Kutim Beri Akses SIAK Terbatas untuk RT

Sabtu, 19 Sep 2026 - 08:15 WITA