Tak Lagi Hanya Soal Kesehatan, Posyandu Kutim Kini Terintegrasi 6 SPM

Sabtu, 19 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SANGATTAKU – Posyandu di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kini tidak lagi hanya berfokus pada pelayanan kesehatan. Melalui konsep Integrasi Layanan Primer (ILP), Posyandu diarahkan menjadi garda terdepan pelayanan masyarakat dengan cakupan yang terhubung dengan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim, Yuwana Sri Kurniawati. (Meika/ sgtk)

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim, Yuwana Sri Kurniawati, menjelaskan perubahan tersebut merupakan bagian dari penerapan sistem ILP yang dikembangkan Kementerian Kesehatan. Dalam sistem ini, pelayanan primer di Puskesmas diintegrasikan melalui beberapa klaster dan diperkuat hingga tingkat Posyandu.

“Dulu Posyandu hanya melayani kesehatan. Nah, sekarang Posyandu menjadi unit terkecil sekaligus garda terdepan di masyarakat dengan mencakup enam SPM,” ujar Yuwana.

Menurutnya, keterlibatan lintas sektor membuat persoalan di masyarakat dapat ditindaklanjuti secara lintas bidang. Dengan demikian, Posyandu tidak lagi sekadar tempat pelayanan kesehatan bagi bayi, ibu hamil, dan pemeriksaan dasar lainnya.

Salah satu penerapannya bersentuhan langsung dengan bidang pendidikan. Posyandu dapat menjadi sarana pendataan anak yang belum mendapatkan akses pendidikan atau belum masuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) untuk ditangani lebih lanjut.

“Posyandu nanti tidak hanya mengurusi bayi sakit, ibu hamil, dan pemeriksaan saja. Dari sisi pendidikan, misalnya ada anak yang belum sekolah atau PAUD, pendataannya bisa dimulai dari situ,” terangnya.

Fungsi pendataan ini turut mencakup kondisi tempat tinggal warga. Masyarakat yang menempati rumah tidak layak huni (RTLH) dapat didata melalui Posyandu untuk diarahkan pada program perbaikan atau bedah rumah.

Hal serupa berlaku pada sektor sanitasi. Apabila ditemukan rumah warga yang belum memiliki jamban layak, kondisi tersebut dapat dicatat guna ditindaklanjuti melalui kerja sama antarperangkat daerah terkait.

“Misalnya ada warga yang rumahnya belum punya jamban, itu kita data juga. Kita bisa memberikan bantuan jamban dan tangki septik melalui kerja sama antara Dinas Kesehatan dan Dinas Perkim,” imbuhnya.

Baca Juga  Keberlanjutan Ekonomi, Pelatihan dan Dukungan Dinas Koperasi dan UKM Kutim Dorong UMKM Berkembang

Di luar kesehatan, pendidikan, perumahan, dan sanitasi, Posyandu juga dilibatkan dalam mendeteksi persoalan ketertiban umum di tingkat desa. Informasi terkait gangguan ketertiban dapat dihimpun melalui Posyandu untuk diteruskan kepada petugas berwenang, termasuk Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Yuwana menambahkan, penerapan Posyandu ILP dengan pendekatan enam SPM ini masih terus disosialisasikan kepada masyarakat. Penguatan lintas sektor tersebut diharapkan mampu memperluas peran Posyandu dalam mendeteksi dan menyelesaikan persoalan dasar masyarakat sejak tingkat desa.

“Jadi, ada enam SPM yang terlayani di situ,” pungkasnya. (adv/Diskominfo Kutim)

417Dibaca

Berita Terkait

Kajian LAPI ITB Jadi Penentu Pengembangan Bandara Tanjung Bara
Dinkes Kutim Perkuat Penanganan Stunting Lewat Pentas Kutim
Pelabuhan Kenyamukan Ditargetkan Beroperasi 2028 untuk Tekan Disparitas Harga di Kutai Timur
Atasi Perbedaan Data Warga, Disdukcapil Kutim Beri Akses SIAK Terbatas untuk RT
Proyek Strategis Rp144 Miliar, Pembangunan Pelabuhan Kenyamukan Masuki Tahap Review Kontrak
Kepemilikan KIA di Kutim Capai 78,02 Persen, Lampaui Target Nasional
Cakupan BPJS Kesehatan Kutim Capai 106 Persen, Lampaui Target UHC
Siap Kawal: Penghubung Layanan Adminduk Lintas Instansi di Kutim

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 15:43 WITA

Kajian LAPI ITB Jadi Penentu Pengembangan Bandara Tanjung Bara

Sabtu, 19 September 2026 - 14:33 WITA

Tak Lagi Hanya Soal Kesehatan, Posyandu Kutim Kini Terintegrasi 6 SPM

Sabtu, 19 September 2026 - 14:28 WITA

Dinkes Kutim Perkuat Penanganan Stunting Lewat Pentas Kutim

Sabtu, 19 September 2026 - 09:01 WITA

Pelabuhan Kenyamukan Ditargetkan Beroperasi 2028 untuk Tekan Disparitas Harga di Kutai Timur

Sabtu, 19 September 2026 - 08:15 WITA

Atasi Perbedaan Data Warga, Disdukcapil Kutim Beri Akses SIAK Terbatas untuk RT

Berita Terbaru

Diskominfo Kutai Timur

Kajian LAPI ITB Jadi Penentu Pengembangan Bandara Tanjung Bara

Sabtu, 19 Sep 2026 - 15:43 WITA

Diskominfo Kutai Timur

Tak Lagi Hanya Soal Kesehatan, Posyandu Kutim Kini Terintegrasi 6 SPM

Sabtu, 19 Sep 2026 - 14:33 WITA

Diskominfo Kutai Timur

Dinkes Kutim Perkuat Penanganan Stunting Lewat Pentas Kutim

Sabtu, 19 Sep 2026 - 14:28 WITA

Diskominfo Kutai Timur

Atasi Perbedaan Data Warga, Disdukcapil Kutim Beri Akses SIAK Terbatas untuk RT

Sabtu, 19 Sep 2026 - 08:15 WITA