Tak Lagi Hanya Soal Kesehatan, Posyandu Kutim Kini Terintegrasi 6 SPM

Senin, 28 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SANGATTAKU – Posyandu di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kini tidak lagi hanya berfokus pada pelayanan kesehatan. Melalui konsep Integrasi Layanan Primer (ILP), Posyandu diarahkan menjadi garda terdepan pelayanan masyarakat dengan cakupan yang terhubung dengan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim, Yuwana Sri Kurniawati. (Meika/ sgtk)

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim, Yuwana Sri Kurniawati, menjelaskan perubahan tersebut merupakan bagian dari penerapan sistem ILP yang dikembangkan Kementerian Kesehatan. Dalam sistem ini, pelayanan primer di Puskesmas diintegrasikan melalui beberapa klaster dan diperkuat hingga tingkat Posyandu.

“Dulu Posyandu hanya melayani kesehatan. Nah, sekarang Posyandu menjadi unit terkecil sekaligus garda terdepan di masyarakat dengan mencakup enam SPM,” ujar Yuwana.

Menurutnya, keterlibatan lintas sektor membuat persoalan di masyarakat dapat ditindaklanjuti secara lintas bidang. Dengan demikian, Posyandu tidak lagi sekadar tempat pelayanan kesehatan bagi bayi, ibu hamil, dan pemeriksaan dasar lainnya.

Salah satu penerapannya bersentuhan langsung dengan bidang pendidikan. Posyandu dapat menjadi sarana pendataan anak yang belum mendapatkan akses pendidikan atau belum masuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) untuk ditangani lebih lanjut.

“Posyandu nanti tidak hanya mengurusi bayi sakit, ibu hamil, dan pemeriksaan saja. Dari sisi pendidikan, misalnya ada anak yang belum sekolah atau PAUD, pendataannya bisa dimulai dari situ,” terangnya.

Fungsi pendataan ini turut mencakup kondisi tempat tinggal warga. Masyarakat yang menempati rumah tidak layak huni (RTLH) dapat didata melalui Posyandu untuk diarahkan pada program perbaikan atau bedah rumah.

Hal serupa berlaku pada sektor sanitasi. Apabila ditemukan rumah warga yang belum memiliki jamban layak, kondisi tersebut dapat dicatat guna ditindaklanjuti melalui kerja sama antarperangkat daerah terkait.

“Misalnya ada warga yang rumahnya belum punya jamban, itu kita data juga. Kita bisa memberikan bantuan jamban dan tangki septik melalui kerja sama antara Dinas Kesehatan dan Dinas Perkim,” imbuhnya.

Baca Juga  Disperindag Kutai Timur Genjot Ekonomi Kreatif Lewat Workshop Tenun ATBM

Di luar kesehatan, pendidikan, perumahan, dan sanitasi, Posyandu juga dilibatkan dalam mendeteksi persoalan ketertiban umum di tingkat desa. Informasi terkait gangguan ketertiban dapat dihimpun melalui Posyandu untuk diteruskan kepada petugas berwenang, termasuk Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Yuwana menambahkan, penerapan Posyandu ILP dengan pendekatan enam SPM ini masih terus disosialisasikan kepada masyarakat. Penguatan lintas sektor tersebut diharapkan mampu memperluas peran Posyandu dalam mendeteksi dan menyelesaikan persoalan dasar masyarakat sejak tingkat desa.

“Jadi, ada enam SPM yang terlayani di situ,” pungkasnya. (adv/Diskominfo Kutim)

528Dibaca

Berita Terkait

Kutai Timur Perkuat Daya Saing Sawit Global Lewat Peluncuran Program SUSTAIN Kutim Tahap II dan Sertifikasi ISPO-RSPO
Bupati Kutai Timur Pastikan Peluang Sekolah Spesialis untuk Dokter PNS dan PPPK Terbuka, Asal Sesuai Prosedur
Bupati Kutai Timur Dorong Pemerataan Layanan Dokter Spesialis hingga ke Kecamatan
Expo Kutai Timur Raup Rp4,25 Miliar, Bupati Tekankan Investasi Harus Serap Tenaga Kerja Lokal
Perputaran Ekonomi UMKM di Kutim Expo Tembus Rp4 Miliar, DPMPTSP Siapkan Penambahan Tenda
Bupati Kutai Timur Tekankan Pelayanan Terbaik, RSUD Kudungga Disiapkan dengan Fasilitas Lebih Memadai
Ancaman Stroke di Daerah, Pemkab Kutai Timur Perkuat Kompetensi Medis dan Layanan “Time Is Brain”
Mahyunadi Tekankan Akurasi Data dan Sinergi Lintas Sektor dalam Program Perlindungan Sosial Digital

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:54 WITA

Kutai Timur Perkuat Daya Saing Sawit Global Lewat Peluncuran Program SUSTAIN Kutim Tahap II dan Sertifikasi ISPO-RSPO

Senin, 26 Oktober 2026 - 09:07 WITA

Bupati Kutai Timur Pastikan Peluang Sekolah Spesialis untuk Dokter PNS dan PPPK Terbuka, Asal Sesuai Prosedur

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:11 WITA

Bupati Kutai Timur Dorong Pemerataan Layanan Dokter Spesialis hingga ke Kecamatan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 09:21 WITA

Expo Kutai Timur Raup Rp4,25 Miliar, Bupati Tekankan Investasi Harus Serap Tenaga Kerja Lokal

Minggu, 25 Oktober 2026 - 08:59 WITA

Perputaran Ekonomi UMKM di Kutim Expo Tembus Rp4 Miliar, DPMPTSP Siapkan Penambahan Tenda

Berita Terbaru