
SANGATTAKU – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda empat desa di wilayah Kecamatan Rantau Pulung dengan total luas area terbakar mencapai sekitar 8 hektare. Meski titik api bermunculan di beberapa lokasi, seluruh insiden tersebut berhasil ditanggulangi berkat respons cepat Tim Gabungan Karhutla.
Berdasarkan data Pemerintah Kecamatan Rantau Pulung, sebaran karhutla melanda Desa Manunggal Jaya seluas kurang lebih 1 hektare, Desa Tanjung Labu di areal PT NIKP/GAWI seluas 5 hektare, serta Desa Tepian Makmur dan Desa Rantau Makmur yang masing-masing terdampak sekitar 1 hektare.

Camat Rantau Pulung, Vita Nurhasanah, membenarkan maraknya kemunculan titik api di wilayah kerjanya. Namun, ia menegaskan bahwa setiap penemuan titik api langsung direspons cepat oleh petugas di lapangan.
“Kalau kebakaran sebenarnya sudah banyak sekali ya titiknya, cuma langsung dilakukan pemadaman,” jelas Vita Nurhasanah saat memberikan keterangannya, Sabtu (12/9/2026).
Vita mengungkapkan, kunci keberhasilan penanganan karhutla di Rantau Pulung terletak pada kolaborasi lintas sektor yang tergabung dalam Tim Gabungan Karhutla. Unsur ini melibatkan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), pemerintah desa, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta perusahaan swasta di sekitar lokasi bencana.
Seluruh pergerakan pemadaman dikendalikan secara terpadu melalui Posko Bersama. Begitu laporan titik api masuk, perusahaan swasta yang posisinya paling dekat dengan lokasi kejadian langsung dikerahkan bersama tim posko untuk memadamkan api.

“Alhamdulillah, setelah kita lakukan kolaborasi, jika ada laporan kejadian karhutla itu langsung dilakukan pemadaman oleh rekan-rekan yang berada di Posko bersama dengan perusahaan yang paling terdekat dengan lokasi,” ungkap Vita.
Pola kerja sama yang solid ini membuat penanganan di lapangan menjadi jauh lebih efektif dan terukur, sehingga perambatan api dapat dilokalisasi sebelum meluas ke kawasan pemukiman warga.
Meski seluruh titik api berhasil dipadamkan, Pemerintah Kecamatan Rantau Pulung terus mengintensifkan langkah mitigasi pencegahan. Pemcam mengimbau seluruh masyarakat, khususnya para petani dan pemilik lahan, untuk tidak melakukan aktivitas pembersihan lahan dengan cara membakar demi menjaga kondusivitas wilayah. (adv/Diskominfo Kutim)




















