Batik Jadi Andalan UMKM Swarga Bara, Pasarnya Mulai Merambah Luar Kutai Timur

Rabu, 16 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SANGATTAKU – Batik menjadi salah satu produk UMKM yang terus dikembangkan Desa Swarga Bara, Kecamatan Sangatta Utara, Kutai Timur. Tak hanya diproduksi untuk kebutuhan lokal, sejumlah produk batik dari desa tersebut mulai diperkenalkan hingga ke luar daerah.

Sekretaris Desa Swarga Bara, Rulliyanti, menjelaskan, potensi batik di desanya didukung keberadaan sejumlah perajin yang masih aktif berproduksi.

“Produk unggulan kami adalah batik. Salah satunya karena kami punya dua workshop membatik di sini,” jelas Rulliyanti saat ditemui di Kantor Desa Swarga Bara, Selasa (15/9/2026) sekitar pukul 11.15 WITA.

Sekretaris Desa Swarga Bara, Kecamatan Sangatta Utara, Rulliyanti. (Meika/ sgtk)

Beberapa di antaranya yakni Batik Panorama dan Batik Juwita Wakaroros. Ada pula Batik Buises yang berada di kawasan Bumi Etam, serta sejumlah perajin lain yang menjalankan usaha dalam skala lebih kecil.

Potensi tersebut kemudian mendapat penguatan dari Kecamatan Sangatta Utara. Swarga Bara ditetapkan sebagai desa membatik, seiring upaya mengenalkan produk batik dari desa tersebut ke pasar yang lebih luas.

Batik bukan satu-satunya produk yang berkembang. Desa Swarga Bara mencatat sekitar 30 UMKM yang telah terdata dan mendapat dukungan, termasuk melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.

Produk yang dihasilkan pun beragam. Mulai dari kuliner, kerajinan berbahan daur ulang hingga makanan olahan. Salah satu yang telah memiliki perizinan dan pasar di luar daerah yakni Amplang Raos, yang pemasarannya sudah menjangkau Samarinda dan Balikpapan.

Untuk produk kuliner lainnya, Mantau juga mendapat dukungan dari PAMA. Dukungan tersebut diarahkan untuk membantu pengembangan produk sekaligus memperluas pemasarannya.

Persoalan pemasaran masih menjadi pekerjaan bagi sebagian pelaku UMKM. Terlebih untuk batik yang memiliki karakter pasar tersendiri. Karena itu, menurut Rulliyanti, penguatan merek dan pemasaran masih dibutuhkan.

Baca Juga  Joni Harapkan Bandara KPC Bisa Segera Difungsikan Untuk Komersial

Selain pemasaran, pelaku UMKM juga mendapat pendampingan terkait legalitas dan sertifikasi halal. Program tersebut salah satunya dilakukan melalui kolaborasi mahasiswa KKN Universitas Mulawarman dengan organisasi perangkat daerah terkait. (adv/Diskominfo Kutim)

997Dibaca

Berita Terkait

Kutai Timur Perkuat Daya Saing Sawit Global Lewat Peluncuran Program SUSTAIN Kutim Tahap II dan Sertifikasi ISPO-RSPO
Bupati Kutai Timur Pastikan Peluang Sekolah Spesialis untuk Dokter PNS dan PPPK Terbuka, Asal Sesuai Prosedur
Bupati Kutai Timur Dorong Pemerataan Layanan Dokter Spesialis hingga ke Kecamatan
TRC Kutai Timur Catat 50 Penanganan Karhutla di Sangatta Selatan, Titik Terbesar Capai 20 Hektare
Bupati Kutai Timur Apresiasi Program Pemuda Kutim Hebat di Puncak HUT ke-27 Kutai Timur
Expo Kutai Timur Raup Rp4,25 Miliar, Bupati Tekankan Investasi Harus Serap Tenaga Kerja Lokal
Perputaran Ekonomi UMKM di Kutim Expo Tembus Rp4 Miliar, DPMPTSP Siapkan Penambahan Tenda
HUT ke-62 Golkar, Khairuddin Ingatkan Pentingnya Persatuan Antarkader

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:54 WITA

Kutai Timur Perkuat Daya Saing Sawit Global Lewat Peluncuran Program SUSTAIN Kutim Tahap II dan Sertifikasi ISPO-RSPO

Senin, 26 Oktober 2026 - 09:07 WITA

Bupati Kutai Timur Pastikan Peluang Sekolah Spesialis untuk Dokter PNS dan PPPK Terbuka, Asal Sesuai Prosedur

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:11 WITA

Bupati Kutai Timur Dorong Pemerataan Layanan Dokter Spesialis hingga ke Kecamatan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 14:59 WITA

TRC Kutai Timur Catat 50 Penanganan Karhutla di Sangatta Selatan, Titik Terbesar Capai 20 Hektare

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:59 WITA

Bupati Kutai Timur Apresiasi Program Pemuda Kutim Hebat di Puncak HUT ke-27 Kutai Timur

Berita Terbaru