
SANGATTAKU – Batik menjadi salah satu produk UMKM yang terus dikembangkan Desa Swarga Bara, Kecamatan Sangatta Utara, Kutai Timur. Tak hanya diproduksi untuk kebutuhan lokal, sejumlah produk batik dari desa tersebut mulai diperkenalkan hingga ke luar daerah.
Sekretaris Desa Swarga Bara, Rulliyanti, menjelaskan, potensi batik di desanya didukung keberadaan sejumlah perajin yang masih aktif berproduksi.
“Produk unggulan kami adalah batik. Salah satunya karena kami punya dua workshop membatik di sini,” jelas Rulliyanti saat ditemui di Kantor Desa Swarga Bara, Selasa (15/9/2026) sekitar pukul 11.15 WITA.

Beberapa di antaranya yakni Batik Panorama dan Batik Juwita Wakaroros. Ada pula Batik Buises yang berada di kawasan Bumi Etam, serta sejumlah perajin lain yang menjalankan usaha dalam skala lebih kecil.
Potensi tersebut kemudian mendapat penguatan dari Kecamatan Sangatta Utara. Swarga Bara ditetapkan sebagai desa membatik, seiring upaya mengenalkan produk batik dari desa tersebut ke pasar yang lebih luas.
Batik bukan satu-satunya produk yang berkembang. Desa Swarga Bara mencatat sekitar 30 UMKM yang telah terdata dan mendapat dukungan, termasuk melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.
Produk yang dihasilkan pun beragam. Mulai dari kuliner, kerajinan berbahan daur ulang hingga makanan olahan. Salah satu yang telah memiliki perizinan dan pasar di luar daerah yakni Amplang Raos, yang pemasarannya sudah menjangkau Samarinda dan Balikpapan.
Untuk produk kuliner lainnya, Mantau juga mendapat dukungan dari PAMA. Dukungan tersebut diarahkan untuk membantu pengembangan produk sekaligus memperluas pemasarannya.
Persoalan pemasaran masih menjadi pekerjaan bagi sebagian pelaku UMKM. Terlebih untuk batik yang memiliki karakter pasar tersendiri. Karena itu, menurut Rulliyanti, penguatan merek dan pemasaran masih dibutuhkan.
Selain pemasaran, pelaku UMKM juga mendapat pendampingan terkait legalitas dan sertifikasi halal. Program tersebut salah satunya dilakukan melalui kolaborasi mahasiswa KKN Universitas Mulawarman dengan organisasi perangkat daerah terkait. (adv/Diskominfo Kutim)




















