Bukan Biaya, Tim Kajian SITISEK Ungkap Penyebab Utama ATS Kutai Timur

Jumat, 21 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SANGATTAKU – Tim Kajian Strategi Anti Anak Tidak Sekolah (SITISEK) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mengungkapkan temuan mengejutkan mengenai akar masalah tingginya angka Anak Tidak Sekolah (ATS) di daerah tersebut. Hasil kajian menunjukkan bahwa faktor penyebab dominan tidak lagi berkaitan dengan masalah ekonomi atau biaya, melainkan didorong oleh faktor non ekonomi yang selama ini luput dari intervensi program pendidikan.

Ketua Tim Kajian SITISEK, Sabar Nurohman. (M2P/sangattaku)

Ketua Tim Kajian SITISEK, Sabar Nurohman, dalam presentasinya menjelaskan bahwa pendekatan berbasis bantuan ekonomi, seperti seragam gratis atau beasiswa, tidak akan cukup untuk mengatasi persoalan ATS di Kutim. Hal ini karena permasalahan utamanya terletak pada pola pikir atau mindset dalam keluarga dan masyarakat.

“Banyak anak tidak bersekolah bukan karena biaya, tetapi karena mindset. Ada yang merasa pendidikan sudah cukup atau memang tidak mau sekolah. Hal seperti ini tidak bisa diselesaikan hanya dengan seragam gratis atau beasiswa,” jelas Sabar.

Ia merinci bahwa akar masalah ATS sangat kompleks. Faktor-faktor utama meliputi motivasi belajar yang sangat rendah pada anak, terjadinya pernikahan dini, maraknya pekerja anak, dan kondisi lingkungan yang kurang mendukung. Selain itu, faktor fisik seperti jarak sekolah yang terlalu jauh dan pengalaman traumatik di lingkungan sekolah seperti kekerasan atau perundungan (bullying) juga menjadi pemicu anak enggan kembali ke bangku pendidikan.

Sabar menambahkan, tim kajian juga menemukan kasus ATS pada anak-anak yang sebenarnya tinggal di lingkungan pendidikan berbasis agama seperti pesantren, namun mereka belum terdaftar secara formal dalam layanan pendidikan yang diakui oleh negara. Hal ini membutuhkan pendataan ulang dan integrasi layanan pendidikan Paket A, B, dan C di lingkungan pesantren tersebut.

Baca Juga  Hanya Tiga Hari, Festival Pesona Budaya Kutim Catat Omzet UMKM di Atas Rp200 Juta

Untuk mengatasi kendala geografis dan akses yang sulit, Tim Kajian SITISEK merekomendasikan solusi infrastruktur yang spesifik. Rekomendasi tersebut mencakup penyediaan transportasi sekolah atau bus antar jemput yang rutin, hingga opsi penyelenggaraan pendidikan melalui sekolah filial (kelas jauh) maupun pembangunan boarding school (sekolah berasrama) di wilayah-wilayah yang terisolasi. Penekanan pada faktor non ekonomi ini menjadikan program SITISEK fokus pada intervensi sosial dan psikologis, seperti kampanye pentingnya pendidikan melalui roadshow di kecamatan-kecamatan dan penyediaan konseling motivasi bagi anak dan remaja yang berisiko tinggi putus sekolah. Selain itu, program pencegahan pernikahan dini diintegrasikan sebagai bagian tak terpisahkan dari upaya penurunan ATS, mengingat pernikahan dini seringkali menjadi penutup jalan anak untuk melanjutkan pendidikan. (adv/Diskominfo Kutim)

958Dibaca

Berita Terkait

Bupati Kutai Timur Pastikan Peluang Sekolah Spesialis untuk Dokter PNS dan PPPK Terbuka, Asal Sesuai Prosedur
Disdikbud Kutai Timur Evaluasi PJJ Akibat Cuaca Ekstrem, Tunggu Kondisi Lapangan Kondusif
Literasi Kutai Timur Masih di Bawah Target Nasional, Disdikbud Dorong AGuMLI Lahirkan Program Nyata
Kutai Timur Baru Catat Empat Warisan Budaya Takbenda, Pendataan Tradisi Lokal Jadi Tantangan
HUT ke-27 Kutai Timur, Ardiansyah Tegaskan Deklarasi Anti Narkoba Harus Berlanjut dengan Aksi Nyata
Pecahkan Rekor MURI, Polres Kutai Timur Gagas Deklarasi Anti Narkoba, Libatkan 61.000 Pelajar dan Warga
Buka Erau Adat Pelas Benua, Bupati Kutim Tekankan Pentingnya Jaga Identitas Budaya
Pemkab Kutai Timur Pastikan Program Layak Anak Berjalan Terus Meski Raperda Ditarik

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 09:07 WITA

Bupati Kutai Timur Pastikan Peluang Sekolah Spesialis untuk Dokter PNS dan PPPK Terbuka, Asal Sesuai Prosedur

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:17 WITA

Disdikbud Kutai Timur Evaluasi PJJ Akibat Cuaca Ekstrem, Tunggu Kondisi Lapangan Kondusif

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:27 WITA

Literasi Kutai Timur Masih di Bawah Target Nasional, Disdikbud Dorong AGuMLI Lahirkan Program Nyata

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:45 WITA

Kutai Timur Baru Catat Empat Warisan Budaya Takbenda, Pendataan Tradisi Lokal Jadi Tantangan

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:18 WITA

HUT ke-27 Kutai Timur, Ardiansyah Tegaskan Deklarasi Anti Narkoba Harus Berlanjut dengan Aksi Nyata

Berita Terbaru