Dorong Penuntasan ATS, Ardiansyah Sulaiman Pastikan Pengadaan Bus Sekolah Masuk Perubahan APBD 2025

Jumat, 21 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SANGATTAKU – Peluncuran Rencana Aksi Daerah (RAD) Penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kutai Timur tidak hanya berfokus pada target waktu dan validasi data, tetapi juga memuat sejumlah arahan strategis dan regulasi baru bagi perangkat daerah terkait. Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, memberikan instruksi spesifik kepada beberapa dinas untuk memperkuat fondasi pendidikan di daerah tersebut.

Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman saat memberikan arahan pada peluncuran RAD Penanganan ATS. (M2P/sangattaku)

Fokus utama instruksi diberikan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud). Disdikbud didorong untuk segera mempercepat penyusunan regulasi Wajib Belajar 13 Tahun. Regulasi ini diharapkan dapat menjadi landasan hukum yang kuat untuk memastikan setiap anak menempuh pendidikan hingga tingkat menengah atas. Selain itu, Disdikbud juga diminta memperkuat program Pendidikan Luar Sekolah (PLS) sebagai solusi alternatif bagi anak-anak yang sulit dijangkau sistem pendidikan formal.

Sementara itu, Dinas Sosial (Dinsos) Kutai Timur juga mendapat arahan untuk mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat. Sekolah Rakyat ini diproyeksikan menjadi fasilitas pendidikan yang lebih fleksibel dan mudah diakses, khususnya bagi anak-anak dari keluarga miskin atau yang memiliki kendala geografis serius.

Arahan penting lainnya menyasar sektor swasta. Bupati Ardiansyah mewajibkan seluruh perusahaan yang beroperasi di Kutai Timur untuk secara aktif melaporkan data pendidikan anak dari karyawan mereka. Kebijakan ini bertujuan untuk memastikan bahwa anak-anak pekerja perkebunan atau industri tidak luput dari program Wajib Belajar dan mendapatkan hak pendidikan yang layak.

Untuk mendukung mobilitas dan aksesibilitas, Bupati memastikan adanya realisasi program penunjang vital. Ardiansyah memaparkan, dengan adanya kebijakan efisiensi, pengadaan bus sekolah terpaksa mengalami penundaan.

“Dan dengan segala tingkat kesulitannya, mulai dari efisiensi dan lain sebagainya, Insya Allah di perubahan ini (APBD-P 2025) sudah siap (pengadaan bus sekolah),” janji Ardiansyah.

Baca Juga  Pemerintah Kutai Timur Rayakan Hari Anak Nasional ke-40 dengan Berbagai Lomba Kreatif

Pengadaan bus sekolah ini merupakan langkah konkret untuk mengatasi salah satu penghambat utama ATS, yaitu masalah transportasi, terutama di wilayah-wilayah yang infrastruktur jalannya masih terbatas.

Seluruh langkah regulasi dan program sektoral ini harus dijalankan berbasis data valid, seperti yang telah diinstruksikan kepada Dinas Dukcapil dan DPMD. Melalui sinergi antara regulasi wajib belajar, penguatan PLS, pembangunan Sekolah Rakyat, dan keterlibatan swasta, Pemerintah Kutai Timur menargetkan dapat mencapai target bebas ATS pada tahun 2026, memajukan kualitas sumber daya manusia di daerah tersebut. (adv/Diskominfo Kutim)

1.1kDibaca

Berita Terkait

Bupati Kutai Timur Pastikan Peluang Sekolah Spesialis untuk Dokter PNS dan PPPK Terbuka, Asal Sesuai Prosedur
Disdikbud Kutai Timur Evaluasi PJJ Akibat Cuaca Ekstrem, Tunggu Kondisi Lapangan Kondusif
Literasi Kutai Timur Masih di Bawah Target Nasional, Disdikbud Dorong AGuMLI Lahirkan Program Nyata
Kutai Timur Baru Catat Empat Warisan Budaya Takbenda, Pendataan Tradisi Lokal Jadi Tantangan
HUT ke-27 Kutai Timur, Ardiansyah Tegaskan Deklarasi Anti Narkoba Harus Berlanjut dengan Aksi Nyata
Pecahkan Rekor MURI, Polres Kutai Timur Gagas Deklarasi Anti Narkoba, Libatkan 61.000 Pelajar dan Warga
Buka Erau Adat Pelas Benua, Bupati Kutim Tekankan Pentingnya Jaga Identitas Budaya
Pemkab Kutai Timur Pastikan Program Layak Anak Berjalan Terus Meski Raperda Ditarik

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 09:07 WITA

Bupati Kutai Timur Pastikan Peluang Sekolah Spesialis untuk Dokter PNS dan PPPK Terbuka, Asal Sesuai Prosedur

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:17 WITA

Disdikbud Kutai Timur Evaluasi PJJ Akibat Cuaca Ekstrem, Tunggu Kondisi Lapangan Kondusif

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:27 WITA

Literasi Kutai Timur Masih di Bawah Target Nasional, Disdikbud Dorong AGuMLI Lahirkan Program Nyata

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:45 WITA

Kutai Timur Baru Catat Empat Warisan Budaya Takbenda, Pendataan Tradisi Lokal Jadi Tantangan

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:18 WITA

HUT ke-27 Kutai Timur, Ardiansyah Tegaskan Deklarasi Anti Narkoba Harus Berlanjut dengan Aksi Nyata

Berita Terbaru