Skema Pendanaan Internet Sekolah Berubah Mulai 2026, Pembayaran Voucher Berpotensi Dialihkan

Sabtu, 15 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SANGATTAKU – Keberhasilan program Kandidat Sekolah Rujukan Google (KSRG) di Kutai Timur sangat bergantung pada ketersediaan infrastruktur pendukung, terutama akses internet yang merata. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutim (Disdikbud) mengakui bahwa tantangan logistik dan keterbatasan anggaran menjadi kendala utama dalam menghubungkan 700 sekolah yang berada di wilayahnya.

Sekretaris Disdikbud Kutim, Irma Yudiwa, menjelaskan bahwa upaya pemerataan akses internet dilakukan melalui kolaborasi intensif dengan Dinas Kominfo. Pemasangan jaringan dan penyediaan akses, termasuk penggunaan voucher Starlink, menjadi fokus utama untuk memastikan tidak ada wilayah yang menjadi blank spot.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Timur (Disdikbud Kutim), Irma Yuwinda. (M2P/sangattaku)

“Kita memiliki sekitar 700 sekolah. Karena keterbatasan anggaran, harus ada skala prioritas, terutama bagi wilayah blank spot,” terang Irma. Skala prioritas ini memastikan bahwa sekolah-sekolah di daerah terpencil dan sulit dijangkau mendapatkan koneksi internet terlebih dahulu, sehingga program transformasi digital dapat berjalan merata.

Hingga tahun ini, upaya kolaboratif tersebut telah membuahkan hasil signifikan. Sekitar 400 sekolah di Kutim telah berhasil teraliri internet melalui program yang dijalankan bersama Kominfo. Pemasangan jaringan dan pembayaran voucher Starlink sepanjang tahun 2024 hingga 2025 sepenuhnya masih menjadi tanggung jawab Dinas Kominfo, sementara Disdikbud menyiapkan pendataan akurat mengenai kebutuhan konektivitas di lapangan.

Namun, Irma juga memaparkan adanya perubahan mendasar pada mekanisme pendanaan yang diperkirakan mulai berlaku efektif pada tahun 2026. Skema pembiayaan internet untuk titik yang sudah terpasang dan aktif akan mengalami penyesuaian.

Irma menjelaskan bahwa pembayaran voucher internet pada titik yang sudah terpasang berpotensi dikembalikan ke sekolah melalui kolaborasi antara Kominfo dan Disdikbud. “Pemasangan baru tetap dilakukan Kominfo, tetapi skema pembiayaan voucher untuk titik yang aktif akan disesuaikan melalui kerja sama dengan Dinas Pendidikan,” ungkapnya.

Baca Juga  Tanggapi Aksi Dami Forkom TK2D, BKPSDM Kutai Timur: Penundaan Pelantikan PPPK Merupakan Arahan Pusat

Perubahan skema ini mengindikasikan bahwa Disdikbud perlu mencari solusi pendanaan berkelanjutan untuk operasional jaringan internet yang sudah terinstalasi, kemungkinan besar melibatkan alokasi anggaran bersama atau mekanisme dana dari sekolah. Tujuan dari penyesuaian ini adalah menjamin keberlanjutan akses internet, yang merupakan faktor penentu keberhasilan bagi 35 KSRG dan seluruh sekolah di Kutai Timur. (adv/Diskominfo Kutim)

1.0kDibaca

Berita Terkait

Bupati Kutai Timur Pastikan Peluang Sekolah Spesialis untuk Dokter PNS dan PPPK Terbuka, Asal Sesuai Prosedur
Disdikbud Kutai Timur Evaluasi PJJ Akibat Cuaca Ekstrem, Tunggu Kondisi Lapangan Kondusif
Literasi Kutai Timur Masih di Bawah Target Nasional, Disdikbud Dorong AGuMLI Lahirkan Program Nyata
Kutai Timur Baru Catat Empat Warisan Budaya Takbenda, Pendataan Tradisi Lokal Jadi Tantangan
HUT ke-27 Kutai Timur, Ardiansyah Tegaskan Deklarasi Anti Narkoba Harus Berlanjut dengan Aksi Nyata
Pecahkan Rekor MURI, Polres Kutai Timur Gagas Deklarasi Anti Narkoba, Libatkan 61.000 Pelajar dan Warga
Buka Erau Adat Pelas Benua, Bupati Kutim Tekankan Pentingnya Jaga Identitas Budaya
Pemkab Kutai Timur Pastikan Program Layak Anak Berjalan Terus Meski Raperda Ditarik

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 09:07 WITA

Bupati Kutai Timur Pastikan Peluang Sekolah Spesialis untuk Dokter PNS dan PPPK Terbuka, Asal Sesuai Prosedur

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:17 WITA

Disdikbud Kutai Timur Evaluasi PJJ Akibat Cuaca Ekstrem, Tunggu Kondisi Lapangan Kondusif

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:27 WITA

Literasi Kutai Timur Masih di Bawah Target Nasional, Disdikbud Dorong AGuMLI Lahirkan Program Nyata

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:45 WITA

Kutai Timur Baru Catat Empat Warisan Budaya Takbenda, Pendataan Tradisi Lokal Jadi Tantangan

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:18 WITA

HUT ke-27 Kutai Timur, Ardiansyah Tegaskan Deklarasi Anti Narkoba Harus Berlanjut dengan Aksi Nyata

Berita Terbaru